Akademisi UIN Sumut: Kolaborasi Medan Berkah Bobby Nasution Adalah Solusi
Akademisi UIN Sumut: Kolaborasi Medan Berkah Bobby Nasution Adalah Solusi

Kolaborasi Medan Berkah – Komunitas Relawan Bobby Nasution  selama ini telah melakukan amanah dari Bobby untuk mengaplikasikan kolaborasi dengan masyarakat. Selama ini, semua kegiatan sosial yang digelar Bobby dan komunitas relawan merupakan bentuk kolaborasi dari masyarakat dan tokoh-tokoh agama, akademisi, serta pengusaha.  #KolaborasiMedanBerkah ini akan terus diaplikasikan, bahkan semakin digiatkan saat Bobby Nasution mendapatkan amanah masyarakat Kota Medan sebagai Wali Kota periode berikutnya.

Konsep ini akan dikembangkan sebagai pemerintahan kolaboratif atau sering disebut Bobby sebagai collaborative  government.  Konsep ini dianggap menjadi solusi terbaik, bukan hanya oleh Bobby, tetapi juga bagi para pakar politik. Salah satunya adalah Faisal Riza.  “Collaborative government itu bersifat egaliter. Pemerintah akan banyak melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan yang memang dampaknya untuk masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Pria yang juga akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ini menyempatkan diri untuk berbincang dengan wartawan, 19 Juli 2020 lalu. Ia mengatakan dimana pemerintahan kolaboratif merupakan cara terbaik untuk membuka peluang bagi siapa saja, terutama masyarakat  dalam memberi aspirasi.

Faisal sepakat dimana nantinya Bobby akan memberi kesempatan untuk semua lapisan masyarakat dalam berpartisipasi untuk pembangunan kota mereka.  Ia berujar bahwa kinerja pemerintah akan meningkat, seiring dengan implementasi dari aspirasi rakyat. Pastinya, semua yang dilakukan Bobby adalah demi kebaikan seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Dalam bahasa UUD (undang-undang dasar), memajukan kesejahteraan umum. Di barat disebut public good, di Latin namanya bonum publicum, dan dalam Islam namanya maslahah ar raiyyah. Kemaslahatan rakyat,” terang Faisal.

Faisal selama ini melakukan pengamatan akan pemerintahan konvensional yang juga diimplementasikan di Medan. Sistem pemerintahan yang saat ini diberlakukan sangatlah tidak peka dengan aspirasi masyarakat.  Contoh paling konkret yang ia berikan adalah abainya pemerintah daerah akan rekomendasi musrenbang atau musyawarah rencana pembangunan.

Menurut Faisal musrenbang hanya sebagai formalitas. Konsep perencanaan pembangunan dari masyarakat yang harus disampaikan ke pemerintah ini seharusnya dapat memberikan solusi terbaik, untuk permasalahan yang terjadi di suatu kawasan, terutama di setiap kelurahan.

Sayangnya, konsep implementasi musrenbang tidak terlaksana dengan baik di Medan. Kerap kali tidak adanya solusi pemerintah daerah akan permintaan pembangunan di setiap tingkat kelurahan.  Alasan klasik yang diungkapkan adalah tidak adanya anggaran untuk jenis pembangunan tersebut. “Kita harus mengubah ini dengan konsep collaborative government. Harus kita dukung,” kata Faisal Riza dengan sangat optimis.

Implementasi akan hal ini hanya dapat terwujud dengan #KolaborasiMedanBerkah. Hal ini terutama apabila semuanya dikolaborasikan bersama-sama dengan berbagai ormas masyarakat .  “Di Medan ada ormas-ormas Islam yang punya jamaah besar. Ini asset kota yang harus diberdayakan. Jangan ditinggalkan mereka ini, tapi harus dilibatkan. Ajak mereka untuk menentukan kota seperti apa yang mereka harapkan. Demikian halnya dengan komunitas agama dan etnis lain,” tambahnya.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Giatkan Kolaborasi Pola Pikir Kaum Millennial

Dadang Darmawan,  akademisi Universitas Sumatera Utara ini juga memberi pujian untuk visi #KolaborasiMedanBerkah.  Menurutnya,  konsep pemerintahan kolaboratif yang dicanangkan Bobby sangat tepat untuk diberlakukan di kota dengan masalah kompleks seperti Kota Medan.  “Sebab pembangunan di manapun mestinya lahir dari kebutuhan masyarakat, kebutuhan dari banyak pihak. Bukan merupakan rancangan eksklusif pemerintah belaka, sebagaimana yang terjadi selama ini,” paparnya.

“Sulit rasanya membayangkan adanya perubahan, jika pemerintah tetap berfikir top down dan tertutup dari publik. Dari dulu sudah selalu didengungkan pentingnya melibatkan masyarakat dalam pembangunan baik sejak perencanaan maupun pelaksanaannya,” tukasnya, yang mengatakan bahwa Bobby memiliki intelelektualitas yang pas untuk dapat memberi solusi bagi Kota Medan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here