Akhyar VS Bobby Nasution: Pilkada Medan Duel Kandidat Satu Marga
Akhyar VS Bobby Nasution: Pilkada Medan Duel Kandidat Satu Marga

Kolaborasi Medan Berkah – Komunitas Relawan Bobby Nasution  semakin yakin bahwa Bobby akan muncul sebagai pemenang dalam Pilkada Kota Medan, terlepas dirinya muncul sebagai penantang.

Pilkada serentak yang akan dilakukan pada bulan Desember 2020 ini memang sangat menarik. Patut disimak keunikan kontestasi di Pilkada periode ini.  Mengapa unik? Ada dua sosok bertolak belakang, dengan satu marga, yang tampil dalam Pilkada Medan 2020.  Perbedaan ada pada pengalaman, usia, serta karakter.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Akhyar Nasution merupakan petahana yang juga mencalonkan diri sebagai Wali Kota Medan berikutnya. Ia menjadi kandidat tunggal yang akan dilawan Bobby. Akhyar sendiri adalah petahana. Ia merupakan pejabat pengganti Wali Kota Medan saat ini.  Memang, ia, sebagai petahana, memiliki kekuatan besar. Hal ini terkait dengan pengalaman birokrasinya.

Masyarakat Medan dan para tim relawan paham bahwa Bobby belum memiliki pengalaman politik. Kiprahnya sebagai pengusaha dan tokoh pemuda di Kota Medan yang membuatnya populer.  Yang menarik adalah ia memiliki rekam jejak bagus, dengan visi #KolaborasiMedanBerkah yang sangat mengena di kalangan masyarakat Kota Medan.

Millenial pun antusias dengan kemunculannya. Mereka tertarik dengan semua program kolaborasi ala Bobby yang modern, tidak ketinggalan jaman, dan tepat sasaran. Pengalamannya sebagai pengusaha properti sukses membuat anak-anak muda tertarik untuk menjadikannya panutan.  Terlepas dari status sebagai menantu presiden RI, Bobby tidak memanfaatkannya untuk mendulang popularitas. Ia dan keluarga besarnya sudah memiliki kiprah positif sebagai tokoh masyarakat di Medan.

Pilkada yang menghadirkan dua Nasution sangat menarik. Dua karakter berbeda akan bertemu untuk pembuktian siapa yang pantas memimpin Kota Medan. Karakter yang bertolak belakang menjadi salah satu daya tarik. Petahana dengan karakter yang sangat ekspresif dan temperamental, dan penantang yang santun dan rendah hati.

Akademisi ilmu komunikasi,  Ara Auza mengatakan bahwa citra positif penting, karena masyarakat menilai seseorang dari citra awal. Saat ditemui 29 Juli 2020, ia berkata, “Citra positif ini diperlukan untuk mendapatkan dengan mudah dukungan dari masyarakat. Dapat dibentuk atau dicitrakan melalui pesan yang disampaikan.”

Menurutnya, Bobby sangat dikenal masyarakat, bahkan sebelum ia sering muncul bersama para relawan. Ara juga mencontohkan presiden Joko Widodo.  “Contoh sederhana dilakukan Presiden Jokowi. Citra yg ditampilkan Presiden Jokowi melalui media menggunakan simbol2 non verbal kesederhanaan seperti penggunaan pakaian yg sederhana dan cara blusukan yg menampilkan citra non verbal Presiden Jokowi yg dekat dgn rakyat,” paparnya.

“Pesan nonverbal ini harus inheren (satu kesatuan) dgn pesan verbal yang disampaikan presiden melalui media massa. Bentuk teks dan pengutipan ucapan dari Presiden, ditampilkan sedemikian rupa memiliki kesesuaian dengan pesan non verbal,” lanjutnya.

Menurut Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Medan Area tersebut, tidak mudah untuk petahana atau Akhyar dalam menandingi lawannya kali ini. Terlebih, ia tidak ragu menunjukkan sikap temperamen di hadapan publik. Apalagi, masyarakat Medan saat ini punya daya analisa tinggi dalam memilih pemimpinnya.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

“Hal ini biasanya menjadi tantangan bagi Akhyar untuk dapat memperbaiki citra di masyarakat. Ilustrasi sederhana bagaimana opini masyarakat terhadap citra digambarkan seperti melemparkan lumpur ke dinding cat putih. Walaupun bisa dihapus, bekasnya tetap membekas,” jelasnya.

Ara sendiri menilai bahwa penantang sudah punya citra positif. Masyarakat juga sudah terpikat. “Diperlukan beberapa instrumen seperti kredibilitas penyampai pesan, jangka waktu, keterjangkauan khalayak dan faktor-faktor pendukung lainnya sehingga tujuan untuk mendapatkan citra positif dapat terwujud. Bobby sudah berhasil memulainya, tinggal memaksimalkan. Sementara Akhyar perlu kerja keras untuk memperbaiki,” katanya mengakhiri pembicaraan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here