Bobby Nasution Bersama Reborn Dukung Karya Seni Millenial Medan, “Garwo”
Bobby Nasution Bersama Reborn Dukung Karya Seni Millenial Medan, “Garwo”

Kolaborasi Medan Berkah – Komunitas Relawan Bobby Nasution  selalu konsisten dalam menjalankan amanah Bobby yang mendirikan Rumah Kolaborasi Medan Berkah sebagai bentuk apresiasi karya seni, terutama untuk millennial Kota Medan.

Rumah Kolaborasi Medan Berkah memang selalu rutin menggelar acara seni pada Jumat malam.  Kegiatan terbaru yang sangat menarik digelar pada tanggal 24 Juli 2020 lalu. Rumah Kolaborasi Medan menghadirkan pemutaran film lokal berjudul “Garwo” di Panggung Apresiasi.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

“Garwo” adalah film singkat dengan durasi yang hanya 14 menit. Film ini tercipta dari tangan-tangan kreatif kru Jogja Film Academy & Arank Project. Keseluruhan alur cerita dari “Garwo” sangat memikat. Terbukti, para penonton Panggung Apresiasi turut tertawa dan terharu, saat mereka menyaksikan keseluruhan cerita, dan akhir cerita yang sempat tidak dapat mereka duga sebelumnya. Alurnya singkat, padat tetapi sangat mengena.

Tangan dingin yang membuat film singkat ini menjadi sangat mengena di hati penonton adalah tangan Muhammad Firmansyah. Sebagai art director, ia merupakan sosok muda berprestasi. Saat diminta untuk bercerita kisah pembuatan film sekaligus kesannya dalam membuat film singkat, ia berujar bahwa proses pembuatannya sudah dilakukan lebih dari setahun lalu.

“Ada banyak anak Medan yang terlibat dalam pembuatan film ini. Bercerita tentang suami setelah 40 hari kematian istrinya, masih terbayang-bayang akan kehadiran istri. Melalui film ini, kita ingin semuanya sadar, baik tua maupun muda, akan susah melupakan orang yang kita cintai,” papar pria yang merupakan warga asli Medan, namun berkuliah di Yogyakarta.

Muhammad Bagas Satrio merupakan sutradara dalam film. Pria asli Jakarta ini berhasil meraih banyak penghargaan, yaitu Bandung Short Film Festival dan Cinecussion 2018 di tahun yang sama. Di tahun berikutnya, Festival Film Lampung 2019 dan penghargaan internasional Lift of Global Network 2019 juga disabet film ini.

Kesempatan untuk tampil di Panggung Apresiasi dimanfaatkan Firmansyah untuk bercerita. Menurutnya, ia justru kesulitan untuk menunjukkan karya seni di Medan, tempat kelahirannya sendiri. Ia menilai bahwa pemerintah setempat tidak memberikan dukungan yang seharusnya diterima pekerja seni.

“Sebagai filmmaker kita ingin karya kita ditonton orang banyak. Di Yogya, ada aturan yang dibuat untuk membuat film. Dimana saja bisa kita buat, bahkan pemakaian tempat bisa gratis. Di Medan, premanisme banyak, sehingga menyulitkan dalam proses produksi. Padahal membuat film tentang kearifan lokal Medan. Bahkan untuk bikin Instagram atau youtube saja kena ‘palak’,” papar Firman panjang lebar.

Firmansyah mengenal banyak millennial Medan yang juga pekerja seni. Hampir semuanya tidak mau kembali ke kota kelahirannya, setelah merantau. Mereka juga menemui kesulitan dalam film ataupun bentuk karya seni apapun. “Padahal banyak tema kearifan lokal Medan yang bisa diangkat menjadi film. Jika kendala ini bisa diselesaikan Bang Bobby saat menjadi Walikota Medan, industri perfilman bisa hidup kembali di Medan,” ia berharap.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

Firmansyah mengenang Kota Medan yang punya kiprah dalam perfilman nasional selama kurun waktu tiga dekade, dari 1950 sampai 1980.  Harapannya, adalah Bobby Nasution dapat melakukan perombakan kebijaksanaan, terlebih untuk semua pekerja seni, terutama perfilman. Ia berharap Bobby menjadi Wali Kota Medan berikutnya, karena inilah harapan insan perfilman Medan.  Apalagi, lanjut Firmansyah, “Garwo” juga merupakan hasil kolaborasi antara para pakar film dari tiga kota sekaligus yaitu Medan, Yogyakarta dan Jakarta.

Panggung Apresiasi saat itu juga dimeriahkan relawan Bimantara dengan senandung Melayu Mandailingnya, serta lagu ‘Bang Bobby Nasution’ dari fans beratnya, Yohana Putri, dan juga Lebah Begantong, yang selalu menghibur dengan lagu-lagu Mandailing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here