Bobby Nasution dan Relawan Jemput Aspirasi Pedagang Pasar Sambas
Bobby Nasution dan Relawan Jemput Aspirasi Pedagang Pasar Sambas

Kolaborasi Medan Berkah – Komunitas Relawan Bobby Nasution selalu menjemput aspirasi masyarakat yang mencari nafkah di berbagai bidang. Salah satunya adalah pedagang di pasar tradisional. Pasar tradisional telah tersisih oleh menjamurnya supermarket, yang juga menawarkan barang serupa, dengan kondisi yang lebih bersih dan nyaman. Hal ini tentu membuat pasar tradisional tidak dapat bersaing.  Hal ini terkait dengan kondisi kebersihan dan kenyamanan pasar.

Tim relawan sering menerima saran tentang keadaan dari hampir semua pasar tradisional di Kota Medan. Mayoritas pasar tradisional tidak punya sarana dan juga prasarana yang bagus. Keluhan para pedagang pun tidak tersampaikan kepada pemerintah kota Medan, yang seharusnya memberikan solusi akan hal ini.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Dari beberapa pasar yang tidak memiliki kondisi layak adalah Pasar Sambas. Pasar yang ada di Jalan Sambas ini memang terlihat cukup memprihatinkan. Bahkan, pasar ini sudah semakin ditinggalkan pembeli, karena kondisinya yang membuat pengunjung pasar tidak nyaman. Atap pasar yang terbuat dari asbes sudah rusak parah, dimana atapnya juga sudah banyak yang bocor.

Ketua Umum DPP Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu, Suwarno mengungkapkan hal ini kepada awak media. Menurut pria yang juga ketua umum dari Re-Born atau Relawan Bobby Nasution, para pedagang tersebut sering mengutarakan keluh kesah mereka kepadanya, sebagai ketua P4B.  Selain itu, tim relawan juga sangat sering melakukan Jemput Aspirasi Pedagang. Program ini merupakan inisiatif Bobby Nasution, melalui para relawan yang sudah tersebar di berbagai kecamatan di Kota Medan.

Kunjungan komunitas relawan Bobby Nasution di pasar Sambas dilakukan pada 5 Agustus 2020. Mereka langsung menuju ke beberapa titik di pasar tersebut. Mereka pun mendapati kondisi atap di lantai dua yang sangat memprihatinkan.

Selain atap yang bocor, lantainya pun becek dan kotor. Hal ini disebabkan tidak adanya upaya perawatan yang dilakukan oleh pengelola pasar. Tidak hanya itu, atap pasar yang bocor menyebabkan lantai menggenang saat terjadi hujan. Tak perlu dibayangkan bagaimana jadinya apabila hujan turun sangat deras.

Kebocoran yang terus terjadi selama bertahun-tahun tersebut membuat kondisi pasar semakin tidak layak dipakai. Lantai dan tembok terlihat sangat lapuk. Tidak heran, pengunjung pasar kian berkurang. Pengunjung yang berkurang ini tentu mengurangi pendapatan pedagang. Hal ini diperparah dengan adanya macam-macam iuran atau cukai untuk para pedagang.  “Kadang kami kan ada juga tidak berjualan, tetapi iuran masih diminta. Belum lagi biaya cukai yang kerap naik,” kata salah satu pedagang yang namanya tidak mau dipublikasikan.

Menanggapi hal ini, Suwarno akan meneruskan aspirasi ini kepada Bobby. Menurutnya kondisi pasar yang memprihatinkan merupakan tanda ketidakpedulian pemerintah kota, terutama untuk pasar tradisional. Patut disayangkan dimana ia menganggap peningkatan jumlah pembeli pasti terjadi jika sarana serta prasarana pasar tradisional meningkat.

“Kami prihatin melihat kondisi Pasar Sambas yang seperti ini. Kasihan pedagang kalau seperti ini. Kami berharap di masa mendatang pasar tradisional jangan lagi ada yang fasilitasnya begini,” Suwarno menjelaskan.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

Ia menyayangkan jika pengelola pasar tidak berkomunikasi dengan pedagang sehingga tidak ada koordinasi untuk memecahkan masalah. Suwarno mengatakan bahwa calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution sudah pernah berjanji memperhatikan masalah ini. Pasar tradisional sebagai salah satu tulang punggung perekonomian kota tentu akan lebih baik jika dikelola dengan benar.

“Jadi ada langkah solusi yang diambil. Ada kolaborasi yang baik. Kalau pasar kondisinya nyaman, kan pembeli banyak datang, pedagang laku jualannya. Sudah pasti bisa mendongkrak pendapatan asli daerah,” kata Suwarno.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here