Bobby Nasution Jalankan Politik Damai Melalui Sikap Santun Terhadap Petahana

Kolaborasi Medan Berkah – Sejak Bobby belum mencalonkan diri sebagai Wali Kota Medan, mayoritas anggota tim Komunitas Relawan Bobby Nasution sudah mengenal karakternya. Bobby memang sosok yang santun, terutama kepada mereka yang lebih tua. Karena itulah, para tim relawan sudah dapat memahami bagaimana sikap santun Bobby kepada Akhyar Nasution, saat mereka bertemu dalam satu kesempatan.

Pertemuan mereka terjadi saat semua bakal pasangan calon atau bapaslon dari peserta Pilkada Medan saling bertemu, 8 September 2020. Pertemuan di Hotel Santika Dyandra, Medan ini adalah ajang tes psikologi. Tes ini wajib diikuti bapaslon yang telah mendapat verifikasi atau pengesahan dari Komisi Pemilihan Umum atau KPU. Tes ini diselenggarakan HIMPSI atau Himpunan Psikologi Indonesia.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Pertemuan tersebut memang dihadiri oleh pasangan Akhyar Nasution – Salman Alfarisi dan juga Bobby Nasution – Aulia Rahman. Kebetulan, Akhyar – Salman datang terlebih dahulu. Sedangkan Bobby – Aulia datang kurang lebih setengah jam berikutnya. Saat Bobby melihat sosok Akhyar, ia langsung menghampiri sekaligus menyapa Akhyar dan Salman dengan mencium tangan. “Izin ya dak,” ujar Bobby saat mencium tangan Akhyar.

Hal ini mengundang simpati banyak orang. Pendapat mereka semuanya sama, dimana mereka sepakat mengatakan bahwa Bobby menunjukkan sikap santun dalam berpolitik. Hal yang sama juga diungkapkan Akademisi Komunikasi UMA yaitu Ara Auza, S.Sos, M.I.Kom.  Menurutnya, Bobby telah menunjukkan sikap santun yang terpuji, meskipun ia berhadapan dengan ‘lawan’ dalam pemilihan kepala daerah serentak akhir 2020 ini.  Akhyar Nasution bukan dianggap sebagai lawan oleh Bobby, dan hal ini menuai banyak pujian.

Menurut pakar komunikasi ini,  perilaku santun dalam politik mengundang atensi masyarakat, apalagi jika hal ini menyangkut Bobby Nasution, sebagai salah satu keluarga besar istana kepresidenan. Yang istimewa adalah Bobby tidak memperlihatkan statusnya, yaitu dengan menunjukkan perilaku santun. Perilaku ini ditunjukkan secara gestur dan verbal.

Ara juga menjelaskan teori dari James Borg, seorang ahli bahasa tubuh yang sudah sangat ternama.  Ia memberi penjelasan detail tentang bentuk-bentuk bersalaman. Borg mengatakan bahwa bersalaman ada yang bermaksud untuk menunjukkan sikap sebagai profesional, selain itu ada pula bersalaman demi menunjukkan keakraban, serta ada pula bersalaman untuk ekspresi kasih sayang, dan juga bersalaman dengan menunjukkan sikap santun.

“Dan salaman yang dilakukan Bobby Nasution dengan sedikit membungkuk menunjukkan kesopanan pada orang yang lebih dituakan atau dianggap lebih tua,” kata Ara memberi penjelasan. Ia berujar dimana gaya bersalaman Bobby merupakan gaya bersalaman sesuai budaya timur, yang menunjukkan rasa hormat dari mereka yang lebih muda kepada yang lebih senior.

“Identitas asli anak Medan ya begini, santun dan tetap menghormati siapapun, apalagi yang lebih tua atau senior. Dalam momen apa saja, termasuk saat sedang dalam persaingan memperebutkan kursi Wali Kota Medan,” terang Ara.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

Ara, secara spesifik, berujar, dimana rasa damai pasti dirasakan oleh semua orang, ketika menyaksikan sikap dari Bobby. Ia memilih berpolitik dengan cara-cara sehat. Selain itu, Bobby juga seolah menunjukkan bahwa politik tidak harus berhiaskan kebencian dan permusuhan, terutama saat pemilihan kepala daerah akan diadakan.

“Apa yang dilakukan Bang Bobby ini bisa menjadi contoh baik bagi setiap anak muda yang ingin terjun ke dunia politik, dan menjadi tanda kalau Medan punya kader politik dan masa depan yang cerah,” tegas Ara yang menyatakan bahwa hal ini perlu dijadikan teladan juga bagi anak muda Medan untuk menghormati sosok yang lebih senior dari mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here