Bobby Nasution Kobarkan Semangat Anak Indonesia Agar Tetap Rajin Belajar Dalam Pandemi
Bobby Nasution Kobarkan Semangat Anak Indonesia Agar Tetap Rajin Belajar Dalam Pandemi

Kolaborasi Medan Berkah –  Komunitas Relawan Bobby Nasution  sangat sepakat dengan pernyataan Bobby Nasution, terkait dengan pentingnya mendidik anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Bobby memberikan komentarnya terkait dengan perayaan Hari Anak Nasional, yang dirayakan pada 23 Juli 2020. Menurut Bobby, perhatian untuk anak perlu lebih ditingkatkan, terlebih di masa pandemi seperti ini.

Pria yang baru saja memiliki anak kedua pada 4 Agustus 2020 ini mengatakan bahwa anak merupakan aset bangsa. Mereka sangat berharga, karena pada pundak mereka terletak nasib bangsa. Anak yang mendapatkan pendidikan yang benar, sekaligus kasih sayang orang tua akan memiliki karakter yang bagus. Karakter ini harus dibentuk sehingga dapat menjadi penyelamat negara ini.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

“Kita harus mempersiapkan masa depan terbaik untuk seluruh anak-anak Indonesia. Itulah tugas kita hari ini. Hal itu meliputi semua aspek utama yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang seorang anak. Mulai dari aspek mentalitas, pendidikan, kesehatan, sampai aspek pembangunan sosial ekonomi untuk mereka secara merata,” kata Bobby.

Terkait dengan komentarnya tersebut, ia mengatakan bahwa masa depan anak adalah tanggung jawab orang tua. Menurutnya, anak harus mendapatkan beberapa aspek penting, terutama pendidikan serta kesehatan.  Tanpa pendidikan dan kesehatan yang prima,anak tidak dapat belajar secara maksimal.

Tidak dapat dipungkiri bahwa anak-anak di Indonesia saat ini tengah mengalami kendala dalam pendidikan, terutama sejak Covid-19 melanda. Pendidikan secara daring memang dapat dengan mudah dinikmati mereka yang tinggal di kota besar, dan memiliki perangkat lengkap. Tetapi, tidak jarang banyak anak terkendala dengan kondisi orang tua yang tidak memiliki ponsel pintar serta kuota data yang memadai untuk mengikuti pembelajaran online.

Bobby berujar bahwa anak-anak Indonesia harus tetap bersemangat, terlepas dari pandemi yang melanda. Ia tidak memungkiri bahwa anak tidak dapat belajar secara maksimal. Dalam hal ini, peran orang tua sangat dibutuhkan.  Tanpa peran orang tua, pembelajaran memang tidak akan dapat diserap oleh maksimal.  Pembelajaran tatap muka memang belum dapat diadakan hingga suatu daerah berstatus zona hijau. Sayangnya, lebih dari 50% wilayah di Indonesia masih berada di zona merah.

“Ketika anak-anak harus belajar di rumah, disinilah peran orang tua menjadi lebih aktif dalam pendidikan anak bekerja sama dengan pihak sekolah. Bukan hanya membantu proses pelajaran tapi juga pendidikan karakter. Berikan kasih sayang, sekaligus ajarkan kedisiplinan dan kepedulian pada sekitar. Ini menjadi momentum membangun modal sosial yang baik untuk anak-anak Indonesia,”  kata Bobby melanjutkan.

Menurut  ayah Sedah Mirah ini, tantangan yang dihadapi orang tua saat ini adalah mempelajari teknologi. Beruntung ada anak yang memiliki orang tua yang sudah melek teknologi. Tetapi, masih banyak pula orang tua yang masih belum memahami teknologi secara mendalam. Karena itulah, Bobby mengajak para orang tua untuk turut belajar teknologi, sehingga pembelajaran anak bisa maksimal.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Giatkan Kolaborasi Pola Pikir Kaum Millennial

Tidak lupa, Bobby menyemangati para anak Indonesia. Ia berharap anak-anak tidak patah semangat. Pembelajaran secara daring adalah pilihan yang terbaik semasa pandemi. “Meskipun banyak kendala di masa pandemi ini saya berharap anak-anak tetap dan terus semangat. Selamat Hari Anak Nasional 2020, kalian adalah cahaya kemajuan untuk Indonesia yang lebih baik,” lanjutnya.

Bobby tidak sekedar memberi semangat. Bentuk dukungan kepada banyak anak di Kota Medan, melalui informasi dari komunitas relawan Bobby Nasution, sudah sering ia lakukan. Hal ini terutama kepada anak-anak yang tidak beruntung, yaitu anak yatim dan mereka yang juga putus sekolah karena masalah kemiskinan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here