Bobby Nasution Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud
Bobby Nasution Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Kolaborasi Medan Berkah – Komunitas Relawan Bobby Nasution  siap melaksanakan amanah dari calon wali kota Medan, Bobby Nasution untuk mewujudkan Kota Medan sebagai Kota Para Saudagar.  Mereka selalu siap melaksanakan amanah dari Bobby sebagai kandidat kuat Wali Kota Medan berikutnya.

“Kota Medan dahulu dikenal sebagai ‘kota para saudagar’ atau ‘kota perdagangan’ yang sangat berpengaruh, tidak hanya bagi nusantara tapi sampai internasional. Identitas tersebut waktu itu menjadikan Kota Medan sebagai kota yang maju, sejahtera, berkah, dan menyenangkan bagi seluruh warganya,” jelas tokoh muda Kota Medan ini.

Harapan Bobby tentunya perlu upaya nyata, bukan hanya dari pemerintah kota, tetapi juga seluruh masyarakat.  Namun, Bobby mengatakan bahwa ia telah menyusun beberapa program demi perwujudan kota Medan yang memiliki perekonomian maju, demi kembalinya identitas asli.

Baca Juga: Lawan Pandemi Covid-19, Bobby Nasution Berikan Bantuan APD ke Puskesmas Sukaramai

“Ini adalah keinginan seluruh masyarakat, bukan hanya segelintir orang. Bukan juga hanya keinginan saya pribadi. Kita menginginkan agar identitas kebesaran Kota Medan kembali bangkit melalui berbagai ragam inovasi dan kreativitas warganya secara positif,” tandasnya.

Ucapan Bobby tersebut berdasarkan pada fenomena yang terjadi di Kota Medan. Hal ini terkait dengan adanya julukan ‘kota para ketua’.  Julukan ini seolah tidak dapat lepas dari Kota Medan, karena fenomena kemunculan beberapa oknum yang menganggap dirinya sebagai seorang pemimpin. Padahal, dia sedang tidak memiliki jabatan sebagai pimpinan dalam instansi atau lembaga apapun.

Tidak dapat dipungkiri bahwa julukan tersebut memberikan hambatan besar bagi pembangunan Kota Medan secara keseluruhan. Hal ini teramat disayangkan karena Medan tempo dulu merupakan kota saudagar. Kota ini menjadi sentra perdagangan dari berbagai negara. Pembuktiannya adalah melalui benda-benda kuno yang ada di Museum Situs Cotta Cinna yang terdapat Marelan. Terdapat beberapa coin dari India Selatan, Sri Lanka (Sinhala) dan beberapa coin dari Tiongkok dari berbagai dinasti.

Ichwan Azhari, salah seorang ahli sejarah membenarkan fakta ini. Saat ditemui pada 18 Juni 2020 lalu, ia memaparkan bahwa ibu kota Sumatera Utara tersebut adalah tempat berkumpulnya para pedagang,  atau yang lebih populer dinamakan saudagar pada jaman dulu. Hal ini berlangsung berabad-abad lamanya. 

“Selain ribuan koin berbagai negara yang ditemukan sebagai bukti adanya transaksi perdagangan, di utara Medan ini juga ditemukan ratusan ribu fragmen keramik, tembikar, manik manik dari India Selatan, China, Siam, Jawa, juga kaca asal Timur Tengah. Ini merupakan komoditi perdagangan dari luar yang didatangkan ke Medan Utara,” kata Ichwan.

Lebih lanjut, Ichwan memaparkan bahwa Medan memiliki kekayaan, terutama hasil hutan, rempah-rempah, bahkan emas. Hasil hutan yang diincar para pedagang dari luar negeri adalah damar, kapur barus, cendana, dan banyak lagi. Selain emas, Medan juga menjadi sentra pencarian gading gajah. Sejarah membuktikan bahwa wilayah Cotta China menjadi pusat transaksi. Karena itulah terdapat banyak koin yang menjadi alat pembayaran dari berbagai negara.  

Baca Juga: Lawan Pandemi Covid-19, Bobby Nasution Berikan Bantuan APD ke Puskesmas Sukaramai

“Butiran atau pasir emas dibawa dari pedalaman Sumatera ke Cotta Cinna, untuk dilebur dan dijadikan perhiasan bermutu tinggi menggunakan teknologi pengrajin emas dari India Selatan. Ratusan cepuk tembikar sebagai wadah untuk melebur emas ditemukan dan juga disimpan di museum.

Ini mengindikasikan ramai nya Medan Utara sebagai pusat industri peleburan emas sejak zaman kuno. Ada 40 fragmen ceceran dari pengrajin emas yang dikoleksi museum sebagai bukti munculnya medan Utara sebagai pusat peleburan dan perdagangan emas dunia,” ungkap pria ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here