Bobby Nasution Kunjungi Warga Medan yang Makan Hanya Pakai Penyedap Rasa
Bobby Nasution Kunjungi Warga Medan yang Makan Hanya Pakai Penyedap Rasa

Kolaborasi Medan Berkah – Ada satu keluarga di Jalan Pipa, Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera (Utara) yang viral lantaran hanya makan menggunakan penyedap rasa. Pandemi virus Corona COVID-19 di ketahui sebagai biang tak menentunya pendapatan harian di keluarga tersebut.

Mengetahui hal ini, tokoh muda sekaligus Bakal Calon Walikota Medan Bobby Afif Nasution, langsung mendatangi kediaman warga tersebut. Bobby bertemu dengan kepala keluarga atas nama S Sembiring, yang keseharianya bekerja sebagai penarik becak motor atau lebih dikenal dengan sebutan bentor.

Bobby yang tampak mengenakan kaos berwarna putih, langsung memberikan bantuan kepada S Sembiring dan keluarganya berupa paket sembako. Diakui Bobby, kabar tentang S Sembiring dan keluarga di tengah pandemi COVID-19 membuatnya hatinya tergugah.

“Bersama tim kita langsung turun dan memberikan bantuan sembako,” ujar Bobby, Sabtu (2/5/2020).

Diharapkan Bobby, pemberian paket sembako yang dilakukan bisa meringankan beban S Sembiring dan keluarga. Ayah Sedah Mirah ini juga berharap S Sembiring dan keluarganya bisa makan dengan layak pada kondisi seperti saat ini.

“Semoga kita selalu sehat dan terhindar dari COVID-19 serta dampak yang ditimbulkan,” pungkasnya.

Tidak hanya keluarga S Sembiring yang menerima bantuan, Bobby juga membagikan 20 paket sembako kepada warga yang benar-benar membutuhkan di sekitar lokasi tersebut.

S Sembiring terkadang mengharapkan bantuan tetangga, karena selama pandemi COVID-19 pendapatan harianya sebagai penarik becak motor tidak menentu.

Saat disambangi Bobby, S Sembring mengucapkan terima kasih atas bantuan yang berikan. Baginya dan keluarga, bantuan yang diberikan sangat berharga. Diakuinya, selama bersama keluarga hanya bisa makan nasi berlauk telur ditambah penyedap rasa.

“Terkadang merebus daun ubi juga ditambah penyedap rasa. Kondisi ini sudah berlangsung selama COVID-19,” terangnya.

S Sembiring terkadang mengharapkan bantuan tetangga, karena selama pandemi COVID-19 pendapatan harianya sebagai penarik becak motor tidaak menentu. Bahkan 80 persen pendapatannya turun.

“Untuk mendapatkan Rp 20.000 dalam satu hari saja sangat sulit saat ini,” keluhnya.

Istri S Sembiring, A br Ginting mengatakan, ia dan keluarga makan nasi menggunakan penyedap rasa dikarenakan kesulitan ekonomi selama pandemi COVID-19. Namun bukan langsung makan dengan penyedap begitu saja. Setiap makan dengan lauk telur, mereka menambah penyedap sebagai penambah rasa.

“Terkadang kami mencari daun ubi untuk mengganti lauk,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here