Diskusi Dengan Ketum P4B Protokol Kesehatan Pasar Tradisional Medan Kurang Memadai
Diskusi Dengan Ketum P4B Protokol Kesehatan Pasar Tradisional Medan Kurang Memadai

Kolaborasi Medan Berkah –  Komunitas Relawan Bobby Nasution menyoroti pasar-pasar tradisional di Kota Medan. Sebagai salah satu episentrum penyebaran virus Covid-19, pemberlakuan protokol kesehatan di pasar seharusnya ditingkatkan, terutama oleh pemerintah daerah.

Suwarno, Ketua Umum Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu secara khusus menyoroti pasar tradisional di Kota Medan. Selama ini, ia mengamati bahwa semua pasar tidak menyediakan sarana dan prasarana demi pemberlakuan protokol kesehatan. Padahal, hal ini sangat dianjurkan oleh pemerintah.

Suwarno berujar bahwa pasar tradisional di Kota Medan hanya mengandalkan tandon air serta wastafel yang mereka pasang, sesuai instruksi dari calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution. “Sejauh ini memang sudah ada tandon air untuk cuci tangan, tetapi belum ada petugas yang melakukan pengecekan suhu tubuh pengunjung.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Ini kan juga penting. Janganlah timbul kesan bahwa perhatian pemerintah ke pedagang di pasar tradisional ini cuma setengah hati,” beber Suwarno. Ia menyatakan hal ini dalam siaran streaming di Studio Kolaborasi. Pada acara yang diadakan di studio di jalan Cik Ditiro Medan 22 Juni 2020 lalu tersebut , ia mengingatkan bahwa sarana tersebut adalah gagasan pribadi Bobby Nasution.

Komunitas Relawan Bobby Nasution sebagai pelaksana saja. Suwarno berujar bahwa Bobby Nasution konsisten dengan slogan #KolaborasiMedanBerkah. Ucapan dan tindakan selalu sejalan. Terbukti, tandon air dan wastafel dipasang tidak hanya di satu pasar, melainkan delapan pasar terbesar di Kota Medan. Menurut Suwarno, hal ini tentu membuktikan bahwa Bobby memang amanah dalam menjawab kebutuhan rakyat.

Protokol kesehatan di pasar memang sangat penting. Di Indonesia, banyak pasar terpaksa ditutup sementara karena pedagang terinfeksi Covid-19. Hal ini tentu mengurangi pemasukan pedagang. Semua pedagang di pasar, termasuk Kota Medan, telah mengalami bagaimana kesulitan ekonomi melanda sejak pandemi. Penurunan mereka menurun.

“Dari hasil pendataan yang telah kami lakukan di Pasar Petisah, ada pedagang yang sampai 90 persen tingkat pendapatannya menurun lantaran terimbas Covid-19,” papar ketua tim Relawan Bobby Nasution (Re-Born) ini. Pada kesempatan tersebut yang sama, Sekretaris Umum Re-born yaitu Rahmad Syah Ramadhan Harahap juga turut tampil sebagai nara sumber.

Suwarno juga berpendapat bahwa Pemerintah Kota Medan perlu pula memberi perhatian kepada kepentingan pedagang tradisional. Mereka mengalami kesulitan, bukan hanya dalam menghadapi masalah kesehatan di pasar, tetapi juga masalah modal yang semakin menipis karena tidak adanya pemasukan secara signifikan.

“Aspirasi dari pedagang itu satu di antaranya membutuhkan pinjaman untuk kembali menjalankan usaha yang terpuruk karena Covid-19. Bisa saja pemerintah atau pun pemangku kepentingan, dalam hal ini bank, dapat meramu kebijakan untuk itu. Misalnya, memberi pinjaman ringan agar pedagang bisa memulai lagi meneruskan berjualan, dengan syarat tanpa jaminan, “ kata Suwarno.

Sebagai ketua umum P4B, Suwarno bersedia setiap saat apabila pemerintah Kota Medan sewaktu-waktu hendak berkoordinasi dengan pihaknya melalui P4B. Ia melanjutkan bahwa masyarakat sangat memerlukan perhatian pemerintah, yang member kepedulian tinggi untuk kepentingan rakyat. Suwarno sendiri telah melakukan berbagai jajak pendapat di kalangan pedagang di pasar tradisional di seluruh Kota Medan.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Giatkan Kolaborasi Pola Pikir Kaum Millennial

Hasilnya? Mayoritas pedagang yang ia temui sangat mendambakan Bobby Nasution sebagai cawali Kota Medan. “Seperti kita ketahui, Bang Bobby Nasution punya program untuk UMKM hingga mengembalikan Medan menjadi kota perdagangan. Harapannya bila Bang Bobby nantinya mendapat amanah menjadi Walikota Medan, pedagang pasar tradisional akan lebih mendapat perhatian,” tandas Suwarno.

Rahmad Syah Ramadhan Harahap. Sekretaris Re-Born sepakat dengan ucapan Suwarno. “Kami melihat itu ada pada sosok Bang Bobby Nasution yang visioner dan merakyat. Kami berharap beliau nantinya mampu mengubah wajah Medan lebih baik lagi dan berwibawa dari sisi hukum,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here