Faisal Riza: Bobby Nasution High Qualified, Sehingga Tidak Menyalahi Dinasti Politik
Faisal Riza: Bobby Nasution High Qualified, Sehingga Tidak Menyalahi Dinasti Politik

Kolaborasi Medan Berkah – Komunitas Relawan Bobby Nasution  tidak menganggap calon Wali Kota Medan tersebut salahi dinasti politik.  Bahkan, dukungan semakin mengalir deras dari partai pendukung, tokoh masyarakat serta warga Kota Medan sendiri setelah mengetahui bahwa menantu presiden RI ini maju dalam Pilkada 2020

Adakah yang salah dengan dinasti politik? Jawabannya adalah: TIDAK! Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Faisal Riza secara tegas menyatakannya. Menurutnya, istilah ini hanyalah wacana yang digulirkan di tengah masyarakat. Mayoritas masyarakat sering melihat kenyataan bahwa dinasti politik justru dianggap sebagai ‘aji mumpung. Tetapi Faisal menampiknya.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

Sebagai salah satu pembicara dalam acara yang diselenggarakan oleh Mitra Research Consulting atau MRC dengan tajuk “Dinasti Politik itu Biasa”, Faisal Riza mengatakan bahwa dinasti politik merupakan hal lumrah. “Jadi urusan dinasti politik itu memang jadi hal yang wajar karena memang ini merupakan tradisi yang selalu muncul. Misalnya, kalau ada anak presiden kemudian jadi calon walikota, ya biasa saja. Karena mungkin banyak hal-hal sederhana yang dibicarakan di meja makan dalam keluarga tersebut,” ungkap Faisal Riza pada acara yang diadakan 20 Agustus 2020

Acara yang memang berdiskusi tentang pemilihan kepala daerah Medan 2020 ini memberikan beberapa contoh di lingkungan terkecil yakni keluarga. Biasanya, kata Faisal, anak-anak dari seorang tentara biasanya juga turut menjadi tentara. “Jadi apakah ini juga dikatakan dinasti politik. Tentu ini menjadi sesuatu yang menarik,” jelasnya.

Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara yaitu Miftah Fariz juga mengungkapkan hal yang sama.  Ia menekankan pada sistem pemerintahan demokrasi vs sistem monarki. Dinasti politik di sistem demokrasi sangat berbeda dengan monarki.  “Jadi ini bukan hal yang luar biasa. Di Amerika sendiri dimana demokrasi sangat berkembang, dinasti politik sangat kental. Hillary Clinton misalnya didorong jadi calon presiden. Hasilnya, Hillary kalah. Tapi tetap meninggalkan pendidikan politik bahwa dinasti politik hal yang lumrah. Bahkan konstitusi di Indonesia tidak melarang hal itu,” katanya.

Munculnya Peraturan MK No. 33 Tahun 2015 memang mengijinkan lebih dari satu anggota keluarga untuk mencalonkan diri dalam berbagai ajang pemilihan kepala daerah. Mengomentari hal ini, Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat Sumatera Utara yaitu Darwin Sipahutar mengungkapkan bahwa disini masyarakat dapat menentukan pilihan. Mereka dapat menilai calon dari rekam jejak mereka,

Terkait dengan Bobby Nasution – Aulia Rahman yang akan maju di pemilihan kepala daerah Kota Medan, ia mengatakan bahwa keduanya sudah dinilai masyarakat sebagai sosok yang amanah. Terlebih, mereka punya rencana untuk membangun Kota Medan, utamanya bagian utara yang memang sedang banyak menghadapi masalah yang umumnya dihadapi kawasan padat. “Masyarakat harus ikut serta lihat rekam jejak calon. Kalau tidak maka yang terjadi masyarakat akan melihat calonnya berurusan dengan masalah hukum,” katanya.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Acara tersebut juga menghadirkan Ghazali Taroreh sebagai Direktur Eksekutif MRC.  Saat ini, timnya sedang melakukan penelitian tentang pemilihan kepala daerah Kota Medan yang sangat menarik minat masyarakat ini. “Kami menemukan memang ada sedikit hal-hal yang menarik terhadap politik identitas ini,” kata Ghazali.

Memang menarik untuk disimak bagaimana Bobby akan menghadapi lawannya. Terlepas dari dirinya salah satu dari keluarga besar orang nomor satu di RI, Bobby adalah tokoh pemuda yang sudah rekam jejak bagus dalam kehidupan bermasyarakat. Patut ditunggu bagaimana masyarakat Medan nantinya akan menentukan pilihan di bulan Desember 2020 itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here