Fraksi Hanura, PSI dan PPP Tolak LPJ Pemko Medan, ReBorn Siap Dimandat
Fraksi Hanura, PSI dan PPP Tolak LPJ Pemko Medan, ReBorn Siap Dimandat

Kolaborasi Medan Berkah –  Komunitas Relawan Bobby Nasution   dijamin siap dalam mengemban amanah yang didapatkan Bobby, saat ia sudah resmi menjadi Wali Kota Medan nantinya. Setumpuk pekerjaan yang tidak mudah telah menanti untuk dituntaskan. Kota Medan dianggap tidak terlihat pantas sebagai ibukota provinsi.  Kondisi kota kotor, macet dan selalu banjir. Belum lagi masalah sosial kemasyarakatan.

Tak heran, muncul pernyataan penolakan dari beberapa fraksi di DPRD Kota Medan. Fraksi Hanura, PSI dan PPP sepakat menolak Rancangan Peraturan Daerah. Ranperda ini adalah Laporan Pertanggungjawaban Wali Kota Medan atas perwujudan APBD 2019.

Laporan Pertanggungjawaban dapat disahkan sebagai Perda Kota Medan apabila memenuhi syarat. Sayang, laporan tersebut ditolak terkait masalah vital. Contohnya adalah kemacetan lalu lintas, infrastruktur rusak, kebersihan serta estetika kota, Selisih Pendapatan Daerah dan Islamic Center.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

“Menurut pendapat kami, aktivitas pelayanan dan pelaksanaan pembangunan serta pengelolaan keuangan daerah, harus didasari mindset positif. Dengan begitu, tidak ada lagi aparatur melaksanakan tugas seadanya,” kata Erwin Siahaan. Saat ditemui pada 14 Juli 2020, ketua fraksi HPP mengatakan bahwa Medan sangat jorok.

“Namun yang kita lihat, bahwa Kota Medan adalah kota yang memiliki taman yang tidak terurus, bunga dan tanamannya seperti hidup segan mati tak mau, pengelolaan sampah yang masih jauh dari kata modern. Fakta ini menunjukkan betapa kinerja aparatur yang menanganinya masih di bawah standar,” tegasnya.

Traffic lalu lintas adalah poin penting kedua. Area Traffic Control System telah didukung 160 unit kamera.  Setelah kamera terpasang di 86 titik, tidak ada solusi berarti untuk kemacetan lalu lintas. “Menurut kami manfaatnya belum dirasakan masyarakat pengguna jalan raya. Sehingga muncul anggapan di tengah-tengah masyarakat, bahwa pemasangan kamera tersebut program yang sia-sia dan menghabiskan anggaran. Faktanya kemacetan masih terjadi dan sarana lampu lalu lintas banyak yang tidak berfungsi dengan baik,”  katanya menjelaskan.

Erwin juga mengomentari selisih Perhitungan APBD 2019. Selisih mencapai Rp 506.651.260.365,37.  Artinya jumlah ini sudah tidak wajar. “Dalam pembahasan LPI ini, banyak hal yang kami pertanyakan terkait pelaksanaan APBD 2019 ini, penjelasan dan jawaban yang diberikan bersifat klasik dan tidak menyentuh substansi permasalahan.

Karenanya menurut pandangan kami sangat wajar penilaian yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan RI atas pengelolaan keuangan daerah Kota Medan bukan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),”  katanya sembari menjelaskan panjang lebar.

Masalah berikutnya adalah Islamic Center yang sudah mengalami proses pembangunan selama 15 tahun. “Buktinya sampai saat ini yang sudah terealisasi hanya pengadaan tanah seluas 20 hektar dari dari rencana awal 40 hektar. Ditambah sudah dibangunannya akses jalan masuk ke areal tanah islamic center. Artinya selama 15 tahun lebih hanya itu yang mampu dilakukan pemerintah kota,” paparnya.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Giatkan Kolaborasi Pola Pikir Kaum Millennial

Tak kalah penting adalah kondisi infrastruktur di jalan utama Kota Medan.  Erwin berujar, kondisi ini sangat memprihatinkan sehingga tidak patut jika kota sebesar Medan memiliki infrastruktur seperti itu. “Hal ini menambah panjang catatan kinerja pemerintah kota yang belum sesuai harapan. Sudah sepatutnya secepatnya dilakukan evaluasi untuk membuat perubahan yang lebih baik di masa-masa yang akan datang,” tukasnya.

Menanggapi hal ini, Plt Wali Kota Medan sekaligus cawali Kota Medan periode berikutnya, Akhyar Nasution berjanji menindaklanjuti.  “Pemko Medan juga akan terus mencermati kekurangan yang ada sehingga dapat ditindaklanjuti. Insya Allah semua catatan dan koreksi akan kita tindak lanjuti. Masih banyak yang belum dicapai, ini merupakan tantangan tersendiri yang harus diatasi dengan sungguh-sungguh,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here