Komunitas Relawan Bersama Ibu Pengajian Al-Hidayah Dukung Bobby Nasution
Komunitas Relawan Bersama Ibu Pengajian Al-Hidayah Dukung Bobby Nasution

Kolaborasi Medan Berkah –  Komunitas Relawan Bobby Nasution bukanlah satu-satunya komunitas pendukung calon Wali Kota Medan ini. Namun, dukungan juga mengalir dari para emak-emak alias para ibu. Kali ini, dukungan kaum wanita datang dari pengajian Pengajian Al-Hidayah. Salah satu wadah pengajian bentukan partai Golongan Karya yang ada di Kota Medan ini bersepakat untuk mendukung majunya Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan berikutnya.

Digelar di Aula Medan Club pada 8 Juli 2020, para wanita anggota pengajian tersebut menyatakan bahwa deklarasi pemenangan Bobby akan dilakukan secara bertahap di gedung yang berlokasi di Jalan RA Kartini Medan ini.  Mereka mematuhi anjuran pemerintah akan larangan berkerumun dalam jumlah yang besar, karena pandemi Covid-19 masih belum menunjukkan adanya penurunan kasus.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Giatkan Kolaborasi Pola Pikir Kaum Millennial

Hamidah yang menjabat sebagai pengurus Pengajian Al-Hidayah menegaskan bahwa semua anggota pengajian hanya sekali saja mendapatkan kesempatan bertemu dengan menantu presiden RI ini. Tetapi, mereka semua sangat percaya bahwa mereka tidak akan memilih calon Wali Kota yang salah.

Mereka percaya bahwa visi Medan Berkah sesuai slogan #KolaborasiMedanBerkah akan terwujud di tangan Bobby.  “Kita dukung Bobby Nasution. Jika ingin berkolaborasi, sebanyak 800 pengurus Pengajian Al-Hidayah siap bertatap muka (dengan Bobby Nasution,red),” katanya, tegas.

Hamidah kemudian memberikan penjelasan tentang bagaimana pengajian Al-Hidayah ini dirintis. Pengajian ini ternyata lahir dari Partai Golongan Karya.  Selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir, partai Golkar memberikan perhatian yang sangat besar untuk kelompok pengajian para wanita ini.  Secara khusus Syaf Lubis sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan tidak pernah absen dalam memberikan perhatiannya untuk pengajian ini, sekaligus semua kegiatannya.

“Kami siap bantu untuk memenangkan. Tapi jika sudah duduk, Bobby jangan tinggalkan kami. Karena biasa terjadi, saat pencalonan, kami dielu-elukan. Tapi sudah menjadi pemimpin, kami ditinggalkan,” lanjutnya.

Tidak lupa, Hamidah juga memberikan pesan khusus untuk Bobby. Ia menasehati Bobby untuk lebih aktif dalam melakukan pendekatan kepada para wanita terutama ibu-ibu, secara lebih intens. “Suara ibu-ibu itu paling banyak. Makanya dekatilah ibu maka anak suami akan ikut memilih,” imbuhnya.

Syaf Lubis sendiri sangat setuju dengan pernyataan Hamidah. Ia berujar bahwa  semua sayap-sayap dari Partai Golkar tidak hanya solid, tetapi konsisten. Hal ini terkait dengan dukungan untuk calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution. “Saya tak begitu kenal Bobby. Tapi saya kenal ayahnya. Saya pernah diajak untuk ke masjid yang diwakafkannya untuk masyarakat,” jelasnya.

Kedekatan Syaf dengan ayah Bobby inilah yang membuatnya semakin mantap dalam memberi dukungan. Ia yakin Bobby sama gigihnya dengan sang ayah yang selalu berkontribusi untuk semua kebaikan bagi Kota Medan.

Dalam kesempatan ini ia juga mengungkapkan kedekatannya dengan Partai Golkar. Ia mengatakan bahwa partai Golkar sangat dekat dengan dirinya, sehingga ia dan segenap pengurus senior Golkar seperti keluarga. Ia menyampaikan hal ini kepada para anggota Pengajian Al-Hidayah. “Saya sebagai anak diwajibkan untuk menyambung silaturahmi orang tua saya. Dan Ketua DPD Golkar Kota Medan adalah salah satu orangtua saya, yang diharapkan akan memberikan masukan politik,”  papar Bobby.

Bobby berujar bahwa ia sangat membutuhkan masukan dari mereka yang senior, terutama saat ia memasuki dunia politik. Ia menyadari bahwa usianya masih sangat belia, terutama untuk memimpin sebuah kota besar. Tetapi, ia tidak keberatan untuk berkolaborasi dengan banyak pihak. Yang terpenting, kolaborasi tersebut adalah untuk kemajuan Kota Medan.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

“Saya lihat kondisi Kota Medan belum begitu baik. Dan saya tidak ada di Medan untuk ikut andil membuat Medan seperti saat ini. Dan ini adalah suatu kelebihan bagi saya,” katanya. Menurutnya, ia ingin mengaplikasikan semua ilmu yang telah ia dapat saat merantau untuk menimba ilmu.

“Dan untuk mewujudkannya, yang dibutuhkan Medan saat ini adalah kerja bersama-sama, berkolaborasi. Saya berjanji bisa mengolaborasikan semua ini. Saya meminta dukungan untuk dipilih memimpin Medan,” lanjut Bobby sembari menutup pembicaraan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here