Komunitas Relawan Bobby Nasution Manfaatkan Panggung Seni Untuk Saling Apresiasi
Komunitas Relawan Bobby Nasution Manfaatkan Panggung Seni Untuk Saling Apresiasi

Kolaborasi Medan Berkah – Komunitas Relawan Bobby Nasution senang dengan terbukanya tangan Bobby dalam menunjukkan apresiasi dalam bentuk panggung kepada kalangan muda, atau yang lebih dikenal dengan sebutan millennial dalam berkreasi. Terbukti, maraknya kegiatan di Panggung Apresiasi Rumah Kolaborasi masih rutin digelar. Kegiatan yang diselenggarakan pada 10 Juli 2020 ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas relawan.

Para sukarelawan yang memang seniman tersebut memperkenalkan bermacam berbagai lagu. Lagu dan puisi yang hadir terutama yang mempunyai karakteristik khas Melayu. Lebah Begantong, tim musik yang senantiasa memperkenalkan lagu melayu, muncul menghibur para sukarelawan yang hadir pada saat itu. Markas sukarelawan yang terdapat di kawasan Cut Mutia tersebut juga jadi meriah. Hal ini karena mereka yang tampil dengan Lebah Begantong adalah seniman-seniman puisi.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Giatkan Kolaborasi Pola Pikir Kaum Millennial

Para seniman puisi memperkenalkan puisi- puisi tentang kebangsaan semacam Kembalikan Indonesia Padaku yang dibawakan oleh Awaluddin Matondang ialah anggota KOMAT Pro Bobby Nasution. Lalu, puisi Perempuan Dibatas Impian dibawakan oleh Juwita Hasibuan dari RAMBO, setelah itu Puisi Buat Adik dibawakan Rahayu Pratiwi dari BONSAI.

Aktivitas ini, papar Direktur Rumah Kolaborasi Dedy Ardiansyah, telah diprakarsai semenjak pandemic Covid-19 belum melanda. Ia berkata kalau Panggung Apresiasi merupakan adopsi dari aktivitas yang dicoba oleh Gerakan Medan Berkah, salah satu dari sekian banyak kelompok sukarelawan Bobby Nasution.

Beberapa aktivitas serupa sudah diselenggarakan semasa virus corona belum menyerang, dan rutin digelar di Kopi Jolo. Café yang ada di kawasan Tengku Cik Ditiro Medan merupakan tempat utama dari para seniman berkumpul dan berkarya.

“Acara kita adopsi dan dikembangkan. Bang Bobby mengajak kelompok relawan agar ikut berapresiasi di panggung ini,” katanya Dedy, sembari menjelaskan detail tentang panggung apresiasi, lengkap dengan konsepnya.

Ia berkata, bahwa aktivitas ini selalu diadakan secara berkala, pada hari Jumat malam. Ia sangat mengharapkan keberanian kaum millennial yang mengaku seniman sejati dalam berekspresi. “Kita jangan takut berekspresi dan berkreasi di tengah pandemi Covid-19 ini. Namun, kita harus mengutamakan protokol kesehatan. Jadi harus tetap jaga jarak, pakai masker dan rajin mencuci tangan pakai sabun,” lanjut Dedy.

Menurutnya, aktivitas yang sudah rutin ini dapat menjadi barometer dari aktivitas seni, dengan inisiatif dari para relawan yang bermarkas di Sekretariat Bersama Relawan Bobby Nasution ini. Dedy berharap semua seniman muda tidak ragu berkreasi, hingga pandemi usai.

Awaluddin , salah satu relawan KOMAT turut berkomentar. Ia berujar jika dia membaca puisi tersebut secara sengaja. Karya Taufik Ismail tersebut sesuai dengan kondisi warga Medan telah mulai menurun rasa nasionalismenya. “Ada kecemasan dengan pembangunan yang kini terjadi, terutama di Kota Medan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Bung Karno benar bahwa Indonesia butuh sosok muda. “Seperti pidato yang pernah disampaikan Bung Karno, berikan aku seorang pemuda, maka akan kuguncang dunia. Begitu juga di Medan, kita butuh seorang pemimpin yang mau bekerja, punya integritas dan impian. Ini Bobby Nasution,” lanjutnya.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Rahayu Pratiwi, relawan BONSAI mengamininya. Puisi yang ia baca merupakan gambaran impian anak muda Medan yang kurang terserap aspirasinya dari pemerintah. “Bagi saya, bang Bobby cukup aktif dan produktif menyuarakan milenial. Jadi kenapa tidak memilihnya untuk memimpin Medan. Selain itu, Bobby juga punya kolaborasi yang sinergis dengan beberapa elemen masyarakat. Makanya saya sangat mendukung penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini,” jelasnya.

Menurut mahasiswi bidang Hukum Tata Negara di USU ini, millennial butuh pemimpin muda. “Karenanya, saya yakin Bobby Nasution memiliki rasa untuk mewujudkan suara-suara milenial ini,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here