Komunitas Relawan Bobby Nasution Siap Mantapkan Sektor Wisata dan UMKM di Kota Medan
Komunitas Relawan Bobby Nasution Siap Mantapkan Sektor Wisata dan UMKM di Kota Medan

Kolaborasi Medan Berkah –  Komunitas Relawan Bobby Nasution di Kota Medan siap untuk memantapkan sektor wisata melalui kebangkitan usaha mikro kecil menengah atau UMKM. Saat ini, Medan memiliki banyak kaum muda yang memiliki usaha UMKM, termasuk para anggota komunitas relawan dari Bobby Nasution.

Tidak hanya itu, para pelaku UMKM saat ini juga tengah menjalin kolaborasi dengan Bobby dalam hal pemasaran produk. Kolaborasi ini merupakan gagasan dari Bobby , demi kemajuan kota tempat asalnya itu.

Salah satu bentuk kepedulian Bobby akan kemajuan  dari UMKM adalah kunjungan ke berbagai pegiatnya. Selain ingin melihat secara langsung , Bobby juga ingin memberikan dorongan kepada para pelaku UMKM untuk dapat melakukan peningkatan inovasi sekaligus kreativitas.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Giatkan Kolaborasi Pola Pikir Kaum Millennial

Tidak dapat dipungkiri bahwa inovasi produk UMKM dapat meningkatkan pendapatan di sektor pariwisata Medan.  Kali ini, Bobby mengunjungi Syafri  Ali, seorang pegiat UMKM yang merupakan pemilik dari usaha kerajinan tangan berlabel SAF Handicraft.

Kunjungan ini dilakukan pada 30 Juni 2020, yaitu di galeri Syafri yang terletak di Jalan Mantri no 16, Medan.    Wakil Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini mengatakan bahwa  Medan juga dapat menjadi destinasi utama para wisatawan jika memiliki banyak hal unik untuk didapatkan wisatawan. “Kita harapkan (galeri) yang kreatif ini bisa jadi salah satu destinasi wisata. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi yang harmonis,” tuturnya.

Slogan #KolaborasiMedanBerkah yang selama ini ia gaungkan terbukti dengan ajakan Bobby kepada para pelaku UMKM untuk review produk di akun media sosialnya. Kebangkitan Kota Medan di bidang ekonomi bisa terjadi jika semua pihak mau bekerja sama.  “Kita ingin Medan kembali ke zaman dahulu, kota para saudagar dengan perdagangannya,” katanya.  Ia berujar bahwa dengan melakukan kerjasama atau kolaborasi, pemilik UMKM mampu bangkit sekaligus mewujudkan kembali julukan Kota Para Saudagar yang pernah disematkan pada Kota Medan.

“Bersama pemerintah harus bisa sama- sama berkolaborasi. Pelaku UMK teriak bersama-sama (permasalahan,red). Karena selama ini teriaknya satu-satu malah tidak didengar,” kata pria yang juga menantu dari orang nomor satu di Indonesia ini. Ia juga berpendapat bahwa kaum muda di Kota Medan wajib berkreasi, terutama dalam bidang seni.

Pariwisata di Kota Medan dapat bangkit dengan maraknya karya seni inovatif , dimana para wisatawan dapat mengagumi eksistensi seni Kota Medan. Medan juga perlu pengembangan kota, sehingga lebih menarik

“Apalagi tidak ada identitas yang jelas di Medan. Tempat datang dan berkumpul anak-anak kreatif Medan juga tidak ada,” katanya. Secara langsung, ia mencontohkan pasar di pulau Jawa.  Ia bercerita saat ia mengunjungi Jawa Tengah dan Jawa Timur, ia kagum dengan bentuk pasar yang berbeda dengan di Medan.  Ia bercerita bahwa pasar-pasar di kedua propinsi itu juga menjadi destinasi wisatawan karena tidak sekedar menjual bahan pokok pangan.

“Di sana (Jawa Timur dan Jawa Tengah, red), di pasar ada kafe. Memanfaatkan budaya kita, anak-anak muda yang suka nemani orangtua ke pasar. Ada juga pelayanan buat KTP, ada kerajinan juga. Tempat-tempat seperti itu diperbanyak. Bisa jadi media pembinaan, terutama komunitas,” tuturnya panjang lebar.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa inovasi dan kreativitas pegiat UMKM dapat membuat sebuah wilayah mengalami kemajuan perekonomian.  Pendapatnya ini disambut gembira oleh Syafri Ali. Ia dan pelaku UMKM lainnya menaruh asa pada Bobby Nasution saat telah mendapat amanah masyarakat sebagai Wali Kota Medan.  “Jika menjadi Walikota Medan, besar harapan kami Bobby bisa sama-sama membangun UMKM lebih baik daripada saat ini,” terang Syafri.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Syafri menjelaskan bahwa UMKM di Kota Medan mengalami kendala. Kreativitas mereka seolah tidak muncul, karena tidak adanya sinergi dengan birokrasi. Dalam hal ini, adalah pemerintah daerah. Tidak adanya sinergi tersebut, kata Syafri, membuat para pegiat UMKM menemui banyak kendala, terutama untuk memperkenalkan produk mereka kepada publik.

“Kita ada semua. SDM, SDA, pasar punya, uang kita punya. Rencana yang dibuat ada. Tapi kegiatan tidak ada, jadi kesulitan dalam pemasaran,” katanya. “Kalau pemerintah bisa bersinergi baik dengan UMKM ke depan kita bisa eksis,” pungkasnya yang yakin bahwa Bobby adalah orang yang tepat untuk itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here