https://www.bobbynasution.id/tempat-favorit-wisata-kuliner-milenial-medan.html
https://www.bobbynasution.id/tempat-favorit-wisata-kuliner-milenial-medan.html

Kolaborasi Medan Berkah – Kuil Sri Mariamman, jejak India di Kota Medan. Saat berkunjung ke ibu kota Sumatera Utara, tidak hanya ada Masjid Raya Besar atau Istana Maimun. Wisatawan bisa mengeksplore tempat wisata bersejarah lainnya, seperti peninggalan masyrakat India Tamil. Usia kuil sudah 136 tahun, menyimpan banyak cerita yang layak di pelajari dari kuil indah di Kampung Madras. Sesekali mengetahui sejarah jauh lebih menarik ketimbang sekedar berwisata foto. Setidaknya ada pengetahuan baru yang bisa diperoleh.

Sejarah Kuil Sri Mariamman, Jejak India di Kota Medan

Sejarah kuil Sri Mariamman, jejak India di kota Medan. Berawal dari niatan para pekerja tembakau milik Kesultanan Deli asal India, untuk memiliki tempat ibadah. Lantas para pekerja tersebut mulai tindakannya dengan membangun kuil sebagai tempat penghormatan dan berdoa kepada Dewi Kali, Dewi Pelindung kepercayaan masyrakat Tamil. Karena arsitekturnya yang unik, pada akhirnya wisatawan tertarik untuk datang ke tempat wisata religius ini.

Baca juga: Peduli Penanganan Covid-19, Bobby Nasution Berikan Perlengkapan APD Medis ke Puskesmas Medan Johor

Shri Mariamman berarti Dewi Pelindung, lantaran Dewi utama yang dipuja pada kuil ini adalah Dewi Kali. Dipimpin Rangga Sami Naiher yang juga donatur terbesar kuil, pembangunan pun dirampungkan. Pada sekiling tempat wisata religius ini dibangun pembatas dari dinding setinggi 2,5 mtr.

Bukti Eksistensi Bangsa Lain Di Sumatera Utara

Kuil menjadi tempat wisata bersejarah yang membuktikan eksistensi perkembangan pluralitas di kota Medan. Dari pintu gapura kesan arsitektur India sangat kental terlihat. Warna hijau memang mendominasi Gopuram.

Baca juga: ReBorn Salurkan Bantuan ke Para Abang Becak

Pengunjung dapat membaca tulisan yang bertuliskan “Perhimpunan Shri Mariamman Medan Shri Mariamman Kuil”, keunikan terlihat dari 2 ornamen malaikat yang membawa kalungan bunga pada sisi tulisan.

Pengunjung yang datang ke tempat wiasata religius, tanpa beribadah harus bisa menjaga ketenangan dan menghormati peraturan dalam kuil. Pada bagian atas kuil diletakkan patung Ganesha berbentuk gajah. Selain itu gajah merupakan hewan yang di sucikan pada agama Hindu.

Kedatangan masyarakat India Tamil ke Tanah Batak Karo, banyak memperkenalkan tradisi kebudayaan agama Hindu-Budha. Tidak mengeherankan jika banyak di temukan tempat wisata bersejarah dengan pengaruh dan corak negara lain.

Baca juga: Eksplore Mansion Tjong A Fie, Taipan Besar Kota Medan

Awal Mula Pluralitas Terjadi Di Tanah Deli

Kesultanan Deli sudah menjalin kerjasama dengan India kurang lebih sejak 3 Masehi yang lalu. Pada masanya hubungan perdagangan lintas negara di wakili oleh orang Cola. Pekerja asal India kala itu diperlukan, lantaran pada tahun 1863 Kesultanan Deli menanam tembakau berkualitas.

Tembakau berkualitas baik dan harum diperuntukan sebagai industri perdagangan cerutu. Akibat upaya mengembangkan perekonomian dari sektor tembakau, banyak orang Jawa, Cina dan India datang untuk bekerja di perkebunan Orang Minang Kabau dan Mandailing.

Kebudayaan Timur Tengah dan India banyak terlihat pada sejumlah tempat wisata bersejarah yang ada di Medan dan sekitarnya. Pemerintah setempat bersinergi merawat dan melestarikan perkembangan tempat bersejarah, agar generasi ke generasi dapat mengenal sejarah kotanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here