Maju Pilwali Medan, Bobby Nasution Prioritaskan Pengembangan UMKM
Maju Pilwali Medan, Bobby Nasution Prioritaskan Pengembangan UMKM

Komunitas Relawan Bobby Nasution – Kesiapan Bobby Nasution mencalonkan diri sebagai Wali Kota Medan di Pilkada Serentak 2020 kini mulai mendapatkan titik terang. Hal ini di buktikan dengan banyaknya dukungan dari berbagai parpol mulai mengalir ke Bobby.

Salahsatu partai tersebut ialah Partai NasDem. DPP Partai NasDem telah mengeluarkan surat rekomendasi pencalonan ayah satu anak itu di Pemilihan Walikota Medan. Tak hanya NasDem, sejumlah partai lain juga membuka peluang pencalonan Bobby, diantaranya Golkar, PDIP bahkan hingga Gerindra.

Bobby yang juga merupakan mantan Manajer Medan Jaya ini mengaku akan memberikan prioritas lebih pada salah satu program kerjanya yaitu pengembangan UMKM lokal. Pencetus Kolaborasi Medan Berkah ini mengaku takjub dengan semangat perjuangan dan  kreatifitas yang ditunjukkan para pelaku UMKM.

“Saya yakin jika diberikan dukungan melalui kebijakan dan stimulan yang baik maka UMKM di Medan akan berkembang lebih baik,” ujar Bobby saat mengunjungi Ardhina Batik Motif Medan, Jalan Bersama, gang musyawarah, Medan Tembung, Kamis (19/2).

Baca juga : Bobby Nasution Kenalkan Hastag #kolaborasiMedanberkah

Bobby mengaku optimis dengan potensi dan perkembangan UMKM di Kota Medan. Ia menuturkan potensi pasar dari produk-produk UMKM di Kota Medan sebenarnya tak hanya kota-kota yang ada Indonesia, tapi juga kota-kota besar di Malaysia, Singapura, Thailand bahkan China.

“Tinggal bagaimana kita mempersiapkan sejumlah keunggulan kita yang bisa bersaing di pasar regional,” tuturnya.

Sementara, pemilik usaha batik motif Medan, Edy Gunawan mengaku senang atas kedatangan Bobby. Dia menilai Bobby paham soal UMKM dan ekonomi kreatif. Menurutnya, konsep kolaborasi milik Bobby jika dipraktikkan setelah terpilih nanti akan sangat bagus untuk pengembangan usaha kecil menengah di Medan.

Konsep tersebut, kata dia, cocok dengan pengalamannya sendiri yang memulai usaha dari nol kemudian menjadi pengusaha menengah. Awalnya ia adalah seorang tenaga penjual biasa di perusahaan alat berat. Dia kemudian mendaftarkan diri ikut dalam program pelatihan yang diselenggarakan pemerintah sebagai UMKM.

Dia kemudian memilih untuk membuat batik yang khas dengan kota Medan, berkolaborasi dengan dukungan berbagai pihak. Dari situ Edy kemudian menggeluti dunia membatik, mampu memproduksi dan mengenalkan batiknya ke berbagai daerah. Bisnisnya tumbuh dan berkembang selama 10 tahun terakhir.

“Ke depannya kami harap pemerintah dapat menggalakkan program-program seperti ini karena akan sangat membantu masyarakat yang cuma punya tekad maju tapi kurang modal dan pengalaman. Program seperti ini mampu melahirkan UKM-UKM baru. Syukurlah bisnis berkembang, per bulannya kami memproduksi lebih kurang 500 kain batik, dan merekrut sekitar 20 tenaga kerja,” harap Edy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here