Pedagang Pasar Pinggan Ulosi Bobby Nasution dan Relawan, Ide Digitalisasi Pun Dicanangkan
Pedagang Pasar Pinggan Ulosi Bobby Nasution dan Relawan, Ide Digitalisasi Pun Dicanangkan

Kolaborasi Medan Berkah – Komunitas Relawan Bobby Nasution selama ini selalu menjadi kepanjangan tangan dari calon Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam mengunjungi beberapa pasar tradisional di Kota Medan. Pun Bobby juga beberapa kali menyempatkan diri untuk berkunjung ke beberapa pasar. Kali ini, Bobby dan tim relawan yang bernaung dalam Tim Relawan Bobby Nasution atau ReBorn mengunjungi Pasar Pringgan Medan, 28 September 2020.

Seperti biasa, Bobby dan tim relawan mendapatkan sambutan sangat hangat. Bahkan, tradisi mangupa-upa menyambut menantu presiden RI ini.  Para pedagang sangat antusias saat menantikan Bobby yang selama ini mereka tunggu kehadirannya di pasar ini. Saat itu, upacara pengalungan ulos menandai bahwa para pedagang sangat menghargai kedatangan Bobby serta tim relawan.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Pada kesempatan ini, Bobby kembali menegaskan tentang pemanfaatan teknologi yang wajib hukumnya untuk semua pelaku usaha, terutama bagi mereka yang bergerak di bidang ekonomi kerakyatan seperti pedagang di pasar tradisional serta pelaku UMKM. Menurut Bobby, teknologi dapat membantu siapa saja untuk meningkatkan taraf hidup, terutama di bidang promosi. Tanpa adanya keinginan untuk mencoba teknologi, maka para pedagang tidak dapat bersaing secara luas.

Kunjungan ini langsung dimanfaatkan Bobby untuk melihat ke seluruh sisi dalam pasar, yang terlihat tak terurus dan kumuh. Tidak hanya itu, lantai dua pasar sangat sepi, dengan lantai serta atap yang rusak. Hal ini tentu membuat para pembeli enggan berkunjung.

“Iuran tetap kami bayar, padahal belum ada dagangan kami laku,”jelas Santi, salah satu pemilik kios yang berjualan pakaian. Membayar iuran menjadi sangat sulit baginya, karena penghasilan menurun drastis. Selain mendengarkan keluhan dari Santi, ia juga menyempatkan diri untuk mendengar banyak uneg-uneg dari beberapa pedagang lainnya.

Namun demikian, ia kembali memberikan masukan kepada para pedagang, dimana mereka harus akrab dengan program digital untuk melakukan pemasaran online. Pemasaran dengan teknologi daring dapat memudahkan mereka untuk mempromosikan barang dengan jangkauan yang lebih jauh, dan juga menentukan pasar potensial.

Keinginan Bobby adalah seperti Palembang,ibukota Sumatera Selatan yang mengenalkan metode pemasaran daring untuk pedagang pasar tradisional di kota tersebut. Tentunya,ia bersama dengan Aulia Rahman akan menjadikan Medan menjadi kota kedua yang mengaplikasikan hal tersebut. “Kami bahkan sudah mempersiapkan sistem atau aplikasinya. Bisa diakses melalui situs website www.pasarmedan.com,” kata Bobby lagi.

Bobby kembali mengingatkan pedagang di pasar untuk menggunakan hak pilihnya, jika mereka menginginkan perubahan besar untuk Kota Medan. “Agar program-program yang telah saya jelaskan tadi bisa terwujud, ibu-ibu dan bapak-bapak pedagang pasar harus datang ke TPS pada 9 Desember 2020. Ajak juga anak dan seluruh keluarganya untuk memilih nomor urut 2, Bobby Nasution dan Aulia Rachman. Coblos nomor 2, untuk kota yang berkah dan sejahtera,” kata Bobby menegaskan.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

Bobby menyayangkan apabila warga tidak menggunakan hak pilih. Warga harus memilih pemimpin untuk menjadikan Kota Medan maju dan berkah. Selama ini, banyak masalah di Kota Medan karena pemimpin tidak fokus untuk mensejahterakan warganya.

Warga Medan yang menginginkan perombakan tentu ingin menikmati Medan baru, dengan pemimpin yang punya inovasi serta sederet program yang sesuai dengan keinginan masyarakat mencapai kesejahteraan.  Bobby Nasution dan Aulia Rahman siap mengajak warga berkolaborasi bersama pemerintahan yang mereka pimpin, demi pemerataan pembangunan infrastruktur, serta sumber daya manusia di Kota Medan yang mereka cintai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here