Pengamat dan ReBorn Tak Heran Millennial Ortonom Kagumi Bobby Nasution
Pengamat dan ReBorn Tak Heran Millennial Ortonom Kagumi Bobby Nasution

Kolaborasi Medan Berkah – Komunitas Relawan Bobby Nasution  sangat paham bagaimana respon positif kaum millenial dalam pencalonan Bobby sebagai  calon Wali Kota Medan periode berikutnya. Pasalnya, Bobby memang sering mengikuti kegiatan para anak muda, baik pelajar, mahasiswa dan juga pengusaha. Para komunitas relawan pun mayoritas terdiri dari anak-anak muda yang sehati dengan Bobby dalam memajukan Kota Medan dengan cara kolaborasi.

Tidak mengherankan bahwa kaum milenial yang merupakan anggota organisasi otonom Muhammadiyah juga sangat mengagumi Bobby. Mereka menunjukkan apresiasi kepada Bobby dengan cara menghadiri pertemuan yang menghadirkan Bobby Nasution dengan para pengurus Muhammadiyah di PDM Muhammadiyah Kota Medan, beberapa waktu lalu. Tidak hanya pengurus inti Muhammadiyah Kota Medan yang hadir, tetapi juga semua anggota organisasi otonom Muhammadiyah, dimana mayoritas adalah anak-anak muda.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

Yang tampak beda adalah respon dari para anak muda tersebut. Mereka sangat antusias dengan program-program Bobby, dan selalu memberikan respon dalam bentuk pertanyaan. Mereka pun sepakat untuk dapat berkolaborasi dengan Bobby, saat dirinya sudah mendapatkan amanah sebagai Wali Kota Medan ini.

Sebenarnya tidak mengherankan apabila para anak muda tersebut mengagumi Bobby, dan merespon positif semua konsep kolaborasi yang disodorkan Bobby. Faisal Riza, akademisi dari Universitas Islam Negeri Sumut ini juga tidak heran. Pengamat politik terkenal ini juga mengaku bahwa semua kiprah Bobby pasti akan menarik simpati, bagi semua kalangan tanpa terkecuali.

“Pertama, secara figur Bobby itu membawa agenda perbaikan dan penyegaran. Kalau kepemimpinan yang sedang ada itu tidak bisa menawarkan penyegaran,” kata Faisal, 24 Juli 2020 lalu ketika bertemu dengan awak media. Kaum milenial pasti tertarik dengan sosok pemimpin dengan program yang sepemikiran dengan mereka.

Faisal menambahkan alasan kedua. Menurutnya, anak muda perlu konsep yang tidak kaku, terkait dengan birokrasi yang sudah terjadi selama ini. Konsep #KolaborasiMedanBerkah menimbulkan kesan mendalam bagi anak muda. Mereka senang jika dilibatkan dalam program pemerintah, terutama yang terkait dengan kebutuhan mereka.

Lebih lanjut, Faisal mengajak para anak muda berperan aktif, terutama apabila mereka sudah bergabung dalam organisasi sebesar Muhammadiyah. Terlebih jika sudah memiliki pemimpin yang mengajak kolaborasi. “Sifat Bobby yang egaliter terbuka memudahkan dialog dalam pembangunan. Di sisi lain, organisasi seperti Muhammadiyah merupakan organisasi yang bersejarah, sepak terjang dalam memberdayakan umat sudah seabad lebih. Karena itu organisasi ini sangat dewasa dan terbuka dalam membangun kerjasama,” jelas Faisal Riza.

Ucapan Faisal juga serupa dengan komentar Dadang Darmawan. Akademisi dari Universitas Sumatera Utara ini senang jika konsep kolaborasi dapat dijalankan dalam pemerintahan Kota Medan. Ia juga tidak heran jika anak muda menyambut gembira konsep ini.

“Dalam konteks Idealis, saya menduga gagasan kolaborasi atau pelibatan publik dalam pembangunan yang ditawarkan Bobby Nasution telah ditangkap sebagai gagasan yang maju dan produktif bagi ortom Muhammadiyah. Sehingga, ortom Muhammadiyah bisa turut mewarnai jalannya pembangunan Kota Medan ke depan,” papar Dadang.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Anak muda dengan pola pikir pragmatis, kata Dadang, butuh realisasi ketimbang rencana dan wacana. Pemimpin dengan konsep berkolaborasi untuk kemajuan sebuah daerah, pasti menarik perhatian mereka.  Terlebih, jika kolaborasi ini dalam hal pendidikan dan dunia kerja, dunia yang digeluti kaum millenial.

“Di samping itu mereka juga membaca siapa yang akan nantinya memimpin Kota di Medan di masa depan,” beber Dadang. Anak muda pasti memilih pemimpin dengan inovasi tak terbatas, enerjik, dan serta konsep yang sesuai perkembangan jaman untuk program-program pembangunan kota.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here