ReBorn Dukung Pendapat Faisal Riza Bobby Bisa Menangkan ‘Duel Nasution’
ReBorn Dukung Pendapat Faisal Riza Bobby Bisa Menangkan ‘Duel Nasution’

Kolaborasi Medan Berkah –  Komunitas Relawan Bobby Nasution siap tingkatkan sosialisasi pemenangan calon Wali Kota Medan tersebut. Mereka sepakat bahwa Bobby merupakan sosok yang paling pas dalam memimpin Kota Medan yang tengah mengalami krisis kepercayaan pada pemerintah.

Seperti diketahui, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin sedang terjerat kasus korupsi, sehingga jabatannya diduduki oleh Akhyar Nasution sebagai Plt Wali Kota Medan.  Nah, Akhyar Nasution inilah yang nantinya juga akan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Medan berikutnya, selain Bobby Nasution.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Pilkada Medan rencananya akan diadakan di akhir tahun 2020, serentak dengan pilkada di berbagai provinsi lain di seluruh Indonesia. Ajang pemilihan kepala daerah memang biasa. Namun, calon Wali Kota di Medan lah yang membuat semuanya menjadi tampak istimewa. Masyarakat kota Medan tidak ingin kecolongan lagi.

Mereka membutuhkan pemimpin amanah, serta dapat mengerti sekaligus pernah merasakan kesulitan masyarakat dalam berbagai masalah—terutama birokrasi. Mereka melihat bahwa sosok Bobby Nasution adalah yang paling pas dalam memimpin kota mereka tercinta.

Pastinya, ‘duel Nasution’ ini membuat suasana politik Medan menjadi seru dan panas. Bagaimana tidak? Kedua tokoh yang mencalonkan diri sebagai cawali kota ini memiliki perbedaan rekam jejak serta latar belakang yang cukup signifikan.  Rakyat Medan saat ini sudah memahami bahwa sosok pemimpin amanah adalah yang sangat dibutuhkan, terlebih jika sosok tersebut sudah menyatu dengan masyarakatnya.

Keseruan Pilkada Medan 2020  adalah karena hanya ada dua calon saja. Dua cawali kota ini benar-benar harus memiliki kelebihan untuk menarik hati masyarakat. Pastinya, masyarakat Kota Medan sudah sangat cerdas dalam memilih pemimpin yang pas.

Faisal Riza, pengamat politik ternama dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, memberikan pernyataannya. Menurutnya dukungan partai politik untuk Akhyar hanya dua. “Kemungkinan besar didukung oleh Demokrat dan PKS.Kedua partai ini punya segmen pemilih yang spesifik,” papar Faisal.

Saat berbicara dengan beberapa awak media 9 Juli 2020 lalu, ia meragukan kemampuan Akhyar dalam meraih hati pemilih dari segmen spesifik yang ia maksudkan. “Tapi apakah bisa secara cepat membangun psikopolitik dengan pendukung partai itu Challenge nya. Selain itu mungkin bisa dilihat dari seberapa efektifitas strategi dan pembiayaan kerja politik,” ungkap Faisal.

Lain halnya dengan Bobby, lanjut Faisal. Ia berujar bahwa Bobby resmi didukung banyak partai. Partai-partai tersebut adalah PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, PAN, PSI, serta PPP. “Koalisi gemuk ini bisa merupakan modal awal yang sangat cukup dan menjadi kelebihan jika dikelola dengan efektif. Platform Kolaborasi sangat kuat tergambar dari ragam partai yang bisa bekerja di dalam, dan juga kelompok sosial yang beragam dan terbuka. Jaringan ini mengandaikan lebih banyak peluang,” katanya lagi.

Faisal berujar bahwa masyarakat Kota Medan membutuhkan perubahan besar.  Karena penentu dari kemenangan Bobby adalah masyarakat, maka masyarakat yang lebih bisa menilai siapa calon pemimpin terbaik.  “Kehadiran Bobby juga dapat dianggap representasi dari suasana batin masyarakat kota yang menginginkan perubahan fundamental dalam penyelenggaraan kota modern, yang lebih estetis, lebih berkah,” tukasnya.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Giatkan Kolaborasi Pola Pikir Kaum Millennial

Menurutnya, Akhyar—sebagai petahana—masih belum teruji keberhasilan dalam menjalankan visi Medan Cantik. “Akhyar Nasution adalah Plt Walikota, mungkin bisa menguasai birokrasi. Gaya manajerial nya emosional, meledak-ledak. Slogan ‘Medan Cantik Juga masih perlu pembuktian,” lanjut Faisal.

Faisal memuji Bobby Nasution sebagai sosok milenial dengan potensi tinggi. Ia juga memiliki banyak talenta. Yang lebih penting, ia sudah merangkul semua lapisan masyarakat di kota yang majemuk itu.  “Muda dan representasi milenial. Menjanjikan pengharapan merubah wajah kota Medan yang lebih baik. Sebagai menantu presiden, memberikan peluang terkonsolidasi nya banyak kelompok pendukung,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here