ReBorn Jemput Aspirasi Pedagang Dorong: Impikan Pasar Tradisional Menjadi Ikon Perekonomian
ReBorn Jemput Aspirasi Pedagang Dorong: Impikan Pasar Tradisional Menjadi Ikon Perekonomian

Kolaborasi Medan Berkah –  Komunitas Relawan Bobby Nasution  secara konsisten telah menyerap aspirasi masyarakat Kota Medan. Hal ini diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan, pembangunan fasilitas umum dan juga menjemput aspirasi mereka. Semuanya ini adalah inisiatif langsung dari calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Salah satu bentuk perwujudan kepedulian Bobby dan tim relawan adalah kepada para pedagang di pasar tradisional.

Bobby menganggap bahwa pedagang tradisional adalah salah satu tulang punggung perekonomian di Kota Medan. Tidak mengherankan apabila para relawan sering melakukan kunjungan lapangan ke berbagai pasar tradisional. Sama halnya dengan yang mereka lakukan pada 6 Agustus 2020 silam.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Relawan Bobby Nasution atau yang lebih dikenal dengan Re-Born, menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan dengan tajuk Jemput Aspirasi. Para anggota relawan mendatangi tiga pasar tradisional. Pasar-pasar tersebut adalah Pasar Hongkong di kawasan Palangkaraya, Pasar Ikan Glugur yang ada di KL Yos Sudarso dan terakhir di Pasar Pringgan yang berlokasi di jalan Iskandar Muda.

Ketua Relawan Bobby Nasution (Re-Born), Suwarno memimpin acara ini, dengan didampingi oleh Rahmad Syah Ramadhan Harahap sebagai sekretaris, dan juga Wakil Bendahara yaitu Romulo Sinaga, serta Abu Bakar yang merupakan Ketua Koordinator Wilayah serta Tekken Sinaga yang bertindak sebagai Humas Re-Born.

Pasar Hongkong dikunjungi pertama kali, dimana kesempatan berharga tersebut dimanfaaatkan  pedagang untuk mengungkapkan keluh kesan. Hal paling utama yang menjadi masalah adalah pendingin ruangan atau AC yang sering tidak berfungsi dengan baik.  Tidak hanya itu, banjir juga tidak pernah absen di musim hujan, terutama jika hujan berlangsung sangat deras dengan kurun waktu cukup lama.  Para pedagang berkata kepada tim relawan supaya nantinya Pasar Hongkong kembali dikenal sebagai pasar buah yang paling lengkap dan segar di Kota Medan.

Pasar Ikan Glugur merupakan tempat kedua yang didatangi para tim relawan. Seperti halnya di pasar Hongkong, para pedagang memanfaatkan kunjungan ini untuk menceritakan masalah mereka terkait penutupan median jalan.

Sudah lama masalah ini merugikan para pedagang, karena akses jalan utama untuk pembeli ditutup. Penutupan itu, kata para pedagang, sangat menyulitkan calon pembeli sehingga mereka akhirnya memutuskan untuk tidak membeli di pasar tersebut. Bukan hanya pembeli yang berkurang, tetapi juga pedagang yang dulunya ratusan, saat ini hanya sisa 20-an pedagang saja.

Usai mengunjungi dua pasar tersebut, tim Re-Born akhirnya mengunjungi Pasar Pringgan.  Masalah utama dari para pedagang di pasar ini adalah tentang tata ruang pasar. Menurut mereka, pasar tersebut tidak nyaman dan jauh dari kata bersih. Hal ini tentu membuat pembeli enggan, dimana mereka memilih untuk berbelanja di tempat yang nyaman dan ber AC.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

Bukan hanya pedagang yang senang dengan kunjungan ini, tetapi juga Suwarno. Ketua umum tim relawan ini sangat bersyukur karena para pedagang sangat mempercayai Bobby dan tim relawan. Selama ini, memang para pedagang sudah menikmati banyak sekali bantuan dan dukungan moral dari Bobby dan para relawan. Karena itulah, mereka sangat percaya bahwa Bobby dapat membantu mereka saat ia sudah duduk di kursi kepemimpinan tertinggi di Kota Medan.

“Kita berharap agar dimasa mendatang keluhan-keluhan pedagang bisa ditindaklanjuti. Alhasil pasar tradisional menjadi tertata rapi. Ramai didatangi pembeli. Tentunya ini akan membawa keberkahan bagi pedagang,” kata Suwarno. Pria yang menjabat sebagai Ketua Umum DPP Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B) ini mengatakan bahwa #KolaborasiMedanBerkah yang dicanangkan Bobby akan dapat membawa keberkahan bagi semua masyarakat Kota Medan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here