ReBorn Setuju Pendapat Tuan Guru Batak Tentang Kesantunan Bobby Nasution
ReBorn Setuju Pendapat Tuan Guru Batak Tentang Kesantunan Bobby Nasution

Kolaborasi Medan Berkah – Komunitas Relawan Bobby Nasution  sepakat dengan pendapat dari Tuan Guru Batak, Syekh Dr Ahmad Sabban ElRahmani Rajagukguk. Dr. Ahmad mengatakan bahwa Bobby adalah sosok yang santun, dimana ia mau menjadi teladan bagi anak-anak muda lainnya, terutama di Kota Medan.

Ia melontarkan hal ini setelah ia melihat sikap Bobby yang mencium tangan Akhyar Nasution. Bobby mencium tangan ‘lawan’nya di pilkada serentak 2020 tersebut pada momen sebelum tes psikologi dimulai.

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Tes psikologi tersebut adalah salah satu persyaratan dari Komisi Pemilihan Umum. Semua peserta wajib mengikuti tes tersebut yang diadakan oleh Himpunan Psikologi Indonesia pada 8 September 2020.   Semua yang hadir langsung menunjukkan ketertarikannya dengan sikap Bobby tersebut. Tidak dapat dipungkiri, penilaian positif diberikan untuknya.

Lebih lanjut, Dr. Ahmad mengatakan bahwa Bobby Nasution memiliki sikap yang dapat menjadikannya seorang teladan. Sebagai sosok yang lebih muda, ia telah menunjukkan bahwa ia harus lebih menghormati sosok senior. “Ini adalah contoh yang sangat baik. Artinya sikap keteladanan ini tidak dibajak oleh politik,” katanya mengomentari hal tersebut.

Anak muda masa kini perlu mendapatkan sosok teladan seperti Bobby Nasution. Karena itulah, banyak orang menganggap sikap Bobby tersebut menarik. Hal ini dikarenakan tidak banyak orang mau melakukan hal seperti itu, terutama di kancah politik. Dr. Ahmad mengatakan bahwa Bobby telah menjunjung tinggi etika, serta menunjukkan adab di depan publik dimana budaya Indonesia ini sudah lama hilang

“Apa yang ditampilkan Bobby dengan mencium tangan Akhyar sebagai bentuk adab, etika, dan keteladanan menghormati sosok yang lebih tua tanpa terdegradasi politik,” paparnya usai acara di Hotel Santika tersebut. Ia menganjurkan supaya hal ini bukan hanya dilakukan di masa-masa politik seperti sekarang ini.

“Namun begitu, sikap cium tangan ini jangan hanya sebagai ajang simbolis politik tetap harus terus dilakukan dikehidupan sehari-hari dengan menanamkan rasa saling menghormati,” ia menambahkan.

Kesantunan yang ditunjukkan Bobby memang bukan sekedar pencitraan. Sejak ia belum mencalonkan diri sebagai Wali Kota Medan, ia sudah dikenal masyarakat luas sebagai sosok yang sopan dan rendah hati.

Bobby sendiri bukanlah orang ‘sembarangan’ di Kota Medan. Ayahnya merupakan salah satu tokoh masyarakat yang sangat disegani. Karena itulah, warga Kota Medan sudah banyak yang mengenal karakter Bobby yang dibesarkan dengan sangat baik oleh ayah dan ibunya.

Tidak mengherankan apabila masyarakat tidak ragu untuk memilih Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan di periode berikutnya.  Mereka memang ingin memilih pemimpin yang punya keinginan sama dengan masyarakatnya, yakni kemajuan Kota Medan. Bukanlah hal yang kebetulan apabila Bobby berpasangan dengan Aulia Rahman. Keduanya sama-sama putra asli Medan, yang sangat mendambakan kota mereka menjadi kota berkah sekaligus maju pembangunannya.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

Sikap sopan santun mungkin memang harus dilakukan oleh seorang yang lebih muda kepada yang lebih senior. Namun, hal yang ditunjukkan Bobby ini adalah sikap seorang yang punya integritas tinggi, dimana ia tetap menghargai seseorang yang lebih tua, meskipun ia dan Akhyar saat ini sama-sama sedang menjadi calon pemimpin Kota Medan. Tak pelak lagi, tindakan Bobby menuai pujian, bukan hanya dari masyarakat Kota Medan, melainkan juga dari para politisi, terutama petinggi partai.

Tim relawan pun juga sepakat dengan pendapat Tuan Guru Batak. Terlebih, para tim relawan juga sudah sangat mengenal Bobby sejak lama. Mereka sangat paham bahwa kesantunan Bobby bukan sekedar pencitraan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here