Relawan Bobby Afif Nasution Ikuti Galang Dana untuk Shakila
Relawan Bobby Afif Nasution Ikuti Galang Dana untuk Shakila

Kolaborasi Medan Berkah – Zein’s Cafe Jl HM Joni Medan menjadi lokasi Insan Seni Sumatera Utara menggelar konser amal, Kamis (19/3/2020).

Konser amal ini dilakukan guna menggalang dana untuk biaya pengobatan Shakila Naifah, yang merupakan ponakan seorang musisi Kota Medan, Bais Gondrong.

Tak ketinggalan tokoh muda Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution hadir dalam konser amal tersebut. Pencetus Kolaborasi Medan Berkah itu diwakili Kordinator Relawan Bobby Afif Nasution (Rebana) Abdullah Sitorus yang hadir langsung ke lokasi konser amal.

Abdullan Sitorus mengatakan, Kolaborasi Medan Berkah juga tentang kepedulian antar sesama. Bobby Nasution, sambung Abdullah, menaruh perhatian terhadap sesama, anak yatim dan anak-anak yang butuh perhatian.

“Bang Bobby Nasution menganggap konser amal ini salahsatu bentuk kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama dengan gerakan bersama. Kami harus andil di dalamnya karena sesuai visi misi Kolaborasi Medan Berkah,” ujar Abdullah usai memberikan tali asih.

Tali asih diberikan langsung kepada Bais Gondrong, paman Shakila Naifa.

Baca juga : Bobby Nasution Tampung Aspirasi Guru Honorer Medan

Pantauan wartawan, konser amal turut menampilkan sejumlah musisi dari berbagai genre musik. Di antaranya Samy penyanyi Hindustan, Indonesia Groove, Dinamic Band, Horizon, One Way, Ninetynine.

Relawan Bobby Afif Nasution Ikuti Galang Dana untuk Shakila
Relawan Bobby Afif Nasution Ikuti Galang Dana untuk Shakila

Turut juga hadir Muslimah Pemuda Pancasila, komunitas motor dan Komunitas Satu Hati.

Shakila Naifah, seorang anak berusia tujuh tahun. Ibunya Israwita Ismail, adalah orangtua tunggal.

Dengan hanya mengalami masa kehamilan 7 bulan, Shakila lahir prematur dan berat badannya 1 kg. Dulu waktu lahirnya prematur dirawat menggunakan lampu seadanya, tanpa inkubator.

Perkembangan motoriknya lambat. Umur 2 tahun baru bisa duduk, tapi belum bisa berdiri atau berjalan.

Setelah umurnya 3 tahun, barulah Israwita sadar kaki kiri Shakila beda, agak lebih pendek dari kaki kanan.

Setelah berobat kampung tidak berhasil, Israwita membawa Shakila berobat ke rumah sakit pusat di Medan. Dan dari hasil pemeriksaan didiagnosa cerebral palsy dan tulang bonggolnya lepas dari sendi atau disebut dislokasi.

Harus dibuatkan sepatu penyangga buat alat bantu fisioterapi untuk latihan berdiri di ruang terapi ataupun di rumah. Dan untuk sepatu tersebut tidak ditanggung BPJS. Selain itu otak kecilnya/cerebellum juga tidak ada atau disebut Dandy Walker syndrom.
Shakila juga tidak bisa mendengar telinga kanan dan kiri sehingga pengobatannya harus dengan pasang alat bantu dengar dengan biaya yang cukup mahal dan tidak ditanggung BPJS.
“Pengobatan ini masih panjang sementara saya hanya seorang penjaga toko dan syaa ibu tunggal. Dengan demikian saya membuat penggalangan dana ini untuk membantu memenuhi kebutuhan pengobatan anak saya Kila,” pungkas Israwita di akun salahsatu penggalangan dana pedulikita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here