Tolak Desain Kotak Kosong Pilkada Medan, Bobby Nasution Harapkan Iklim Demokrasi Sehat
Tolak Desain Kotak Kosong Pilkada Medan, Bobby Nasution Harapkan Iklim Demokrasi Sehat

Kolaborasi Medan Berkah – Komunitas Relawan Bobby Nasution  mengacungkan jempol kepada Bobby yang menginginkan persaingan politik sehat dalam pemilihan kepala daerah yang diadakan pada 9 Desember 20202 mendatang. Bobby Nasution dan Aulia Rahman sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota memang diprediksi menang telak, dan melawan ‘kotak kosong’. Tetapi hal itu ditampik Bobby, dimana iklim tersebut adalah iklim demokrasi yang tidak sehat.

Penilaian positif bukan sekedar dari tim relawan saja, melainkan juga dari para pengamat politik, bahkan politisi aktif dan sudah senior. Banyak dari mereka yang mengatakan, dimana Bobby merupakan calon Wali Kota Medan, yang diprediksi tidak tertandingi. Hal ini diungkapkan oleh Gus Irawan Pasaribu, politisi ternama yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumatera Utara.

Baca Juga: Komunitas Relawan Bobby Nasution Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

Ia  memuji Bobby setelah sering berbincang-bincang dengan menantu presiden RI ini. Saat ditemui pada acara penyerahan rekomendasi dari Partai Gerindra untuk pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Bobby Nasution – Aulia Rachman, ia menceritakan dimana Bobby beranggapan bahwa ‘kotak kosong’ merupakan proses tidak sehat dalam berdemokrasi. Menurutnya, ucapan Bobby adalah hal yang bijak, terutama ia adalah tokoh yang masih sangat muda.

Saat itu, Gus Irawan Pasaribu tidak hanya bertemu Bobby Nasution, tetapi juga calon kepala daerah lain, yang akan berlaga di Pilkada di seluruh Sumatera Utara untuk mengenal visi-misi para kandidat itu.  Namun, saat tiba giliran untuk Bobby Nasution, ia bertanya apakah akan ada kemungkinan terbentuk scenario melawan kotak kosong. Bobby menjawab:  ‘Apakah hal itu bagus untuk proses berdemokrasi?’

Senada dengan Gus Irawan, Ara Auza sebagai pengamat politik Universitas Medan Area mengatakan Bobby telah sudah menyebarkan pesan pro-demokrasi. Ia menambahkan bahwa Bobby patut diapresiasi karena siap hadapi kandidat Wali Kota lainnya. Apa yang disampaikan Gus Irawan Pasaribu itu adalah dialog antara dirinya dengan Bobby Nasution.

Dalam proses komunikasi, ada teori dramaturgi, panggung depan dan panggung belakang. Dalam hal ini tidak ditampilkan sosok Bobby Nasution secara langsung, melainkan melalui kutipan pernyataan dari orang. Ini sesuatu yang sah,” paparnya.

Ia melanjutkan, “Menjaga kebebasan pers, tidak adanya kriminalisasi terhadap individu di media sosial, politik uang, dan pengerahan ASN untuk mendukung pasangan tertentu. Mengenai demokrasi, merupakan hal yang ditawarkan Bobby Nasution kepada masyarakat Kota Medan, untuk berkomitmen menjaga kualitas demokrasi di Kota Medan.”

Sebagai warga Kota Medan pula, ia sangat berharap kandidat wali kota lainnya akan menjalankan hal serupa. Hal ini untuk mencegah turunnya kualitas berdemokrasi Kota Medan. Hal ini juga disetujui oleh  Faisal Riza.  Menurut pengamat politik muda ini, Bobby menunjukkan sikap dewasa berpolitik di usianya yang masih muda, terlebih ia juga memiliki ‘posisi’.

“Saya melihat begini, melawan kotak kosong itu absah secara demokrasi. Namun, legitimasi dukungan rakyat itu penting. Jadi, kalau memungkinkan, kotak kosong tidak terjadi,” papar akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut itu.  “Kalau ada beberapa pilihan, maka rakyat lebih tertarik, pilkada lebih menantang. Ini menjadikan sosok Bobby, walau masih muda, tapi sudah dewasa dalam berpolitik.”

Baca Juga: Bobby Nasution: Kolaborasi Medan Berkah Sebagai Kota Saudagar Pasti Terwujud

Masih seputar konsep berpikir Bobby tentang scenario kotak kosong dalam Pilkada Medan, Dadang Darmawan juga mengatakan hal yang sama. Pengamat politik Universitas Sumatera Utara ini berujar bahwa Bobby tidak memanfaatkan posisi sebagai keluarga puncak pimpinan tertinggi di negeri ini.

“Setidaknya jawaban itu pertanda bahwa Bobby bukan calon yang asal memanfaatkan situasi, sebagaimana sangkaan banyak orang selama ini. Sekaligus juga pertanda bahwa Bobby adalah sosok calon yang Demokratis, menghargai perbedaan dan menghindari pemaksaan,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here